Undang-Undang Pornografi

diana karmilah

“Akankah Kita Mengulang Sejarah ’65?

Oleh: Dianah Karmilah

RANCANGAN Undang-undang Pornografi yang sebelumnya bernama RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi ternyata disahkan juga tanggal 28 Oktober 2008. Padahal hampir 11 tahun RUU ini menjadi polemik dimasyarakat baik pro dan kontra dengan berbagai alasan.

Diskusi Pengarusutamaan Gender dalam Resolusi Konflik

Dalam diskusi selasa-an ini Syarikat Indonesia mengangkat tema gender dan rekonsiliasi. Tema ini menempatkan gender sebagai analisa sosial yang didalamnya menitikberatkan pada analisa peran, kedudukan dan relasi perempuan di dalam dimensi konflik. Analisa ini diharapkan mampu mendudukkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pilihan – pilihan resolusi konflik yang feasible di Indonesia.

SisipanUkuran
MATERi diskusi syarikat.ppt196 KB

Etika Politik dan Visi Kebangsaan Khittah NU

Halaqah Nasional Alim Ulama PWNU DIY
“Etika Politik dan Visi Kebangsaan Khittah NU”
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta

2 April 2009

Signifikansi Eksistensi, itulah dua kata yang sepanjang sejarah peradaban di Indonesia telah diperankan oleh NU dan ulamanya. Bahkan jauh hari sebelum NU sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah, organisasi sosial keagamaan, dideklarasikan, 31 Januari 1926. Banyak indikasi riil menunjukkan signifikansi eksistensi tersebut. Kehidupan para wali dan ulama sesudahnya, telah bersengaja membangun model pendidikan pesantren yang tidak hanya sebagai benteng terakhir pengembangan dan cagar keberagamaan ASWAJA, TETAPI sekaligus sebagai benteng terakhir dalam mengawal kedaulatan rakyat dalam bermasyarakat dan berbangsa.

SisipanUkuran
ToR_Halaqah_Nasional_Alim_Ulama_NU.doc131 KB

Suara Mereka yang Teraniaya

Suara Mereka yang Teraniaya

PEMILU 2009 semakin dekat, semua parpol berlomba-lomba memasang iklan di media massa. Juga bilboard dan spanduk di jalan-jalan. Dengan kata-kata semanis madu, janji-janji muluk, para calon pemimpin itu mengobral janji pada para calon pemilih. Berdasar pengalaman masa lampau, semua hanya pemanis bibir saja “just talk no action”.
Bagaimana dengan pemilu 2009?

Gaji rutin DPR

Pemilu 2009 saat ini adalah pemilu yang melibatkan caleg atau calon legislatif terbanyak. Dari puluhan partai dan ribuan calon legislatif mulai dari DPR tingkat Kabupaten/kota hingga DPR Pusat. Meskipun dalam Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang berlangsung di koran-koran mereka merasa kekurangan dana namun mengapa masih ngotot untuk menjadi anggota legislatif, tentunya bukan sekedar perjuangan yang mereka jadikan tujuan, namun pastilah ada udang di balik bakmi yang kemebul hangat, dan nyam-nyam sekali rasanya. Kadang muncul pertanyaan besar mengapa dan sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?

Beberapa hal dibalik perjuangan untuk mendapatkan kursi empuk, jabatan kekuasaan tentunya ada sesuatu hal rutin yang bisa diharapkan untuk menjaga dapur agar tetap ngebul, menurut terawangan orang awam mungkin masih wajar dan akan membelalakkan mata ketika mengetahui yang sebenarnya, wuih betap berjibun duit yang ada di gedung-gedung para wakil kita itu. Rakyat yang megap-megap dalam mencukupi kehidupannya tentunya hanya akan misuh-misuh dan bunuh diri ketika para wakil rakyat yang bergaji besar itu hanya tidur ataupum ketiduran ketika sidang untuk memikirkan nasib para pendukungnya dahulu. Pikirkan apakah mereka masih ingat ketika menjalankan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.

Sindikasikan konten