Depan /
July, 2003
Visi Baru Kepemimpinan
Visi Baru Kepemimpinan: Demokrasi dan 'Social Progress'
Oleh Budiman Sudjatmiko
Rehabilitasi Korban
Pada Tanggal 17 Agustus 2003
Presiden Diminta Rehabilitasi Korban Tragedi 1965
Ritual Kolektif, Modal Sosial Demokrasi
Keterlibatan seseorang dalam asosiasi-asosiasi keagamaan maupun
non-keagamaan ternyata berkorelasi positif terhadap penguatan demokrasi.
Pada konteks mikro, dimensi kolektif dalam ritual NU juga sangat signifikan
dalam rangka mempertebal jaringan sosial, sehingga pada gilirannya akan
mampu memediasi persoalan-persoalan publik.
Kritik Ajaran Bung Karno
(Sumbangan bahan pertimbangan studi sejarah Indonesia)
Oleh: M.D.Kartaprawira
MARTABAT BANGSA BERADAB
Banyak orang berbicara mengenai rekonsiliasi nasional. Belakangan ini ada sementara pihak yang berbicara lagi mengenai urgensi rekonsiliasi dan dikaitkan dengan RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) yang konon katanya baru diserahkan ke DPR setelah cukup lama dipendam di Kantor Sekretariat Negara atau di kantor Presiden.
Soekarno dibunuh Soeharto?
Dimuat pada Suara Pembaruan, 22 Juli 2003.
SUKARNO DIBUNUH OLEH SOEHARTO ?
oleh Asvi Warman Adam
Mengenang Tragedi 27 Juli
Eksklusif
Mengenang Tragedi 27 Juli (1) Aparat Keamanan Terlibat
Oleh Wartawan "Pembaruan" Elly Burhaini Faizal
Bahasa dan Pelanggaran HAM
BAHASA DAN PELANGGARAN HAM
Oleh Asvi Warman Adam
Kesulitan Rehabilitasi Nama
PDI Perjuangan Akan Kesulitan Rehabilitasi Nama
Sukarno
PDI Perjuangan partainya Presiden Indonesia Megawati
Sukarnoputri akan kembali meminta rehabilitasi nama
presiden pertama Sukarno. Ini termasuk pencabutan
Tap-Tap MPR yang mengatur soal ajaran Bung Karno, yang
pada ujungnya nanti akan menyinggung pula kemungkinan
mencabut Tap MPRS no 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran
PKI, Larangan Ajaran Komunis/Marxisme dan Leninisme.
Radio Nederland menghubungi Ahmad Sumargono dari
Fraksi Bulan Bintang DPR. Bang Gogon demikian
panggilan akrabnya menolak tegas kemungkinan
pencabutan itu.
Ahmad Sumargono [AS] : Kita juga tetap menolak segala
bentuk ajaran-ajaran yang sifatnya bertentangan dengan
undang-undang kita. Dengan diusulkannya pencabutan
untuk UU berkaitan dengan masalah ajaran Bung Karno
segala macem, terhadap ajaran komunis, saya pikir
ajaran Bung Karno dulu dengan PKI atau Komunis itu
adalah kakak-beradik.
Radio Nederland [RN] : Tapi bang dalam kodisi sekarang
ini kan menjadi tanda tanya apakah memang masih perlu
dilarang ajaran semacam itu. Dan selain ini kan juga
ada kaitan dengan nama besar Sukarno sendiri sebagai
Presiden RI pertama?
AS : Ya ajaran Bung Karno dengan marxis itu tidak jauh
berbeda itu kan. Coba kita banyangkan sekarang saja
orang bilang komunis itu sudah nggak berbahaya lagi.
Yang namanya ideologi, pada awal-awalnya memang, kita
bicara komunis ya, nggak ada apa-apanya, tapi ini
rakyat dan bangsa Indonesia memang kita sangat mudah
untuk melupakan masa-masa lampau. Tapi ada misalnya
sekarang inspiratif orang mengatakan bahwa di muka
pabrik mengatakan "Saya bangga menjadi anak komunis."
Atau ada juga di seminar orang mengatakan "Saya protes
terhadap Marxis yang dikatakan atheis. Justru Marxis
itu adalah Rosulullah." Ah itu ada terjadi itu.
RN : Ya tapi dengan kondisi sekarang di Eropa saja
yang katanya justru menyebarkan komunis, sosialis ini
saja sudah tumbang, hampir tidak ada lagi. Tapi apakah
perlu sebuah negara besar seperti Indonesia masih
melarang soal komunis ini?
AS : Indonesia, sekalipun negara besar pola berpikir
masyarakatnya masih sangat terkebelakang dan ini
sangat rawan sekali. Sebab ideologi itu kan doktrin,
sifatnya. Dan ini sudah muncul di kalangan mahasiswa.
Ada mahasiswa-mahasiswa dari daerah yang dulu
pegangannya Kitab Kuning, untuk mahasiswa Islam,
begitu sampai di Jakarta satu-dua-tiga bulan sudah
berobah. Dia ikut organisasi didoktrin bukunya
sekarang buku Pramudya Ananta Toer kebanggaannya itu
kan.
RN : Bang bicara soal pemberontakan, agama kan juga
sering jadi motif. Gerakan-gerakan Islam melakukan
semacam pemberontakan. Tapi kan mereka-mereka ini
tidak dilarang. Kan agak sama aja ajaran-ajaran
kerasnya?
AS : Itukan ndak!
RN : Seperti kaya DITII, itu bagaimana bang kan itu
juga sebuah pemberontakan tapi berdasarkan agama?
AS : Ya tapi itukan, mungkin dia sifatnya berbeda
karena ini yang banyak berkorban itu rakyat yang tidak
berdosa. Rakyat sipil dibunuh-bunuhin, orang-orang
yang beragama juga begitu. DITII kan sudah tidak ada
lagi dan orang secara otomatis tidak berani untuk
menyatakan dirinya sebagai DITII. Tapi aspirasi
islamnya itu tidak pernah lepas, karena itu ideologi.
RN : Sama juga bang dengan komunis, artinya ideologi
kan sulit kan ditumpas. Itu kalau dilarang bagaimana?
AS : Komunis sebetulnya kalau larangan itu kan
historis saja, sebetulnya momentumnya pada saat itu.
Tapi ajaran itu tidak mungkin akan bisa terbendung.
Dia bisa masuk dengan ajaran Sukarnoisme.
RN : Bang Gogon, secara khusus juga dari partainya
abang Bulan Bintang dan juga Fraksinya abang kan
sebenarnya sebuah koalisi bersama PDI-Perjuangan dalam
pemerintahan bersama Megawati. Apakah ini nanti nggak
mengganggu koalisi ini?
AS : O itu nggak bisa, nggak ada yang perfect. Namanya
politik, hari ini bersahabat, besok lusa bisa
berpisah. Apalagi masalahnya ideologi, gitu kan.
RN : Tapi abang setuju enggak bahwa usulan PDI
Perjuangan untuk merehabilitasi nama Sukarno ini untuk
mencari dukungan suara di antara internal PDI
Perjuangan sendiri?
AS : Tidak ada pengaruhnya itu. Apalagi nama Bung
Karno juga kan kalau boleh dikatakan sekarang ini
adalah termasuk tokoh yang gagal kan dalam membawa
bangsa ini kan. Sekarang kan kita lihat ajaran Bung
Karno ini juga sudah terkotak-kotakan bermacam-macam
kan. Apakah diwakili oleh partainya Rachmawati, ada
PNI, ada Megawati.
RN : Sidang tahunan nanti katakan PDI Perjuangan
mengajak untuk sama sama berkoalisi untuk setuju
dengan ide pencabutan Sukarno ini.
AS : Ya kita akan menolak. Ajaran Bung Karno apa sih?
Bekas yang kita lihat juga tidak terlalu bermanfaat.
Kita buka kepada ajaran lain lagi sekarang ini,
bagaimana untuk konsep-konsep yang bisa kita pakai
untuk mensejahterakan rakyat gitu.
Demikian Ahmad Sumargono dari Fraksi Bulan Bintang DPR
kepada Radio Nederland
*****
Alamat Ranesi:
www.ranesi.nl
Si Pencari jalan Pulang
Mawie Ananta Jonie:
DULU AKU TERMASUK SI PENCARI JALAN PULANG