@import url(modules/tagadelic/tagadelic.css);

September, 2003


Rehabilitasi Nama Baik Bung Karno

Salah satu di antara hasil-hasil penting sidang tahunan MPR baru-baru ini
yalah adanya saran supaya Presiden Megawati mengadakan langkah-langkah
merehabilitasi nama baik Bung Karno. Saran penting dan bersejarah MPR
tersebut selengkapnya berbunyi : "Untuk menciptakan situasi kondusif bagi
rekonsiliasi nasional, Majelis menyarankan kepada Presiden untuk
merehabilitasi nama baik para pahlawan dan tokoh-tokoh nasional yang telah
berjasa pada bangsa dan negara. Mengingat jasa-jasa Bung Karno, khususnya
sebagai salah seorang proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia,
Majelis menyarankan kepada Presiden untuk mengambil langkah-langkah
merehabilitasi nama baik Bung Karno." (Suara Merdeka, 9 Agustus 2003).

Tentang Wacana Pluralisme Agama

DR. Anis Malik Thoha: "Inilah Agama Baru"

Wacana tentang pluralisme agama terus bergulir di Indonesia. Wacana ini
dikait-kaitkan dengan soal "kerukunan antar-umat beragama". Seolah-olah,
dengan dianutnya paham itu oleh umat beragama, maka kerukunan antar umat
beragama akan terwujud. Benarkah demikian? Apakah sebenarnya wacana
pluralisme agama itu? Berkenaan dengan itu, peneliti INSIST, Henri
Shalahuddin -- pada Rabu, 26 Maret 2003 -- mewawancarai cendekiawan Muslim,
Dr. Anis Malik Thoha, yang kini menjadi dosen bidang perbandingan agama di
International Islamic University Malaysia (IIUM).

Memories Of Hell

Memories Of Hell
Interview with Saiful H. Shodiq and M. Imam Aziz (from NGO “Syarikat”) on “forgotten massacres” of 1965/66.

by Andre Vltchek
July 27, 2003

WHAT IS SOCIALIST TRANSITION?

Contributed by
Deng-Yuan Hsu and Pao-Yu Ching,

ChingKang Mountains Institute

RETHINKING SOCIALISM:
WHAT IS SOCIALIST TRANSITION?

RUU KKR Masih Terganjal Sejumlah Masalah

JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (RUU KKR) dipastikan masih terganjal sejumlah masalah. Hambatan yang bisa mengganjal pembahasan RUU KKR bukan hanya masalah campur tangan politik, namun juga masa sidang di DPR yang singkat yang tidak bisa ditawar-tawar.

Rehabilitasi Massal Komunisme?

Sabtu, 30 Agustus 2003
Rehabilitasi Massal Komunisme?
Oleh : Denny J. A

Saya membayangkan Presiden Megawati tampil di TV dalam siaran langsung menyampaikan sebuah pidato yang sangat penting. "Saudara-saudariku sebangsa dan setanah air," ujarnya membuka pidato. "Tak ada bangsa yang dapat melangkah ke depan dengan kokoh jika bangsa itu masih menyimpan luka yang menganga akibat trauma konflik politik di masa silam. Komunisme dan G30 S tahun 1965 telah menjadi momok dan beban politik kita selama sekitar 40 tahun."

KORBAN BERSIH LINGKUNGAN

I. Sidang Tahunan MPR 2003 sekalipun sudah berlalu tetapi ada hal-hal penting untuk diketahui, apa yang diputuskan majelis rakyat. ST MPR 2003 semula dijadwal 10 hari dan memberi kesan seolah-olah ST MPR 2003 ini sangat penting, paling tidak berbobot, padahal dibalik sidang ini sama sekali tidak menyentuh program mengatasi kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.

Dari Kebenaran ke Rekonsiliasi

Dalam sebuah artikel di Kompas edisi 25 Agustus 2003, sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, menulis tentang perlunya rehabilitasi bagi para korban peristiwa 1965 serta peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM lain yang pernah terjadi di negeri ini.

Stratfor Analysis:

Facing Internal Militancy: Governments Caught in a Quandry

Originally Published on August 25, 2003

Summary

Indonesian President Megawati Sukarnoputri says travel warnings
issued by several Western countries are costing Indonesia tourism
dollars. Megawati is not alone in such fears; several Southeast
Asian leaders have voiced concerns that the terrorism stigma
hurts tourism, trade and investment in Southeast Asia. The catch-
22 is that, while governments must take action against suspected
militants in order to show the world that their territory is
safe, such action often incites further attacks.

Tidak mudah dimengerti tapi benar adanya!

29 Agustus , 2003.

MBAK PON (ISTRI WIJI THUKUL) DAN PIAGAM WERTHEIM
Solo, 21 Agustus 2003.

Tidak mudah dimengerti tapi benar adanya!

Lebih dari duabelas tahun yang lalu, 4 Juli 1991, setelah Stichting
Wertheim, Leiden, Holland, memilih a.l. WIJI THUKUL, penyair muda dan
pejuang, sebagai pemenang PIAGAM WERTHEIM, --- namun, barulah pada tanggal
21 Agustus 2003 yang lalu ini, MBAK PON, istri WIJI THUKUL, mengerti dan
tahu apa isi dari PIAGAM WERTHEIM.