August, 2006


Hors d’oeuvre

Hors d’oeuvre[1]


Oleh Asvi Warman Adam



Asvi Warman

Hors d’oeuvre berarti makanan pembuka yang disajikan sebelum hidangan utama dengan tujuan memancing selera. Sajian utama dalam penerbitan ini adalah novel karya Noorca M. Massardi seutuhnya, yang dapat dibaca tanpa melihat pengantar ini. Namun saya sudah gembira kalau tulisan singkat ini dapat sekedar merangsang pembaca untuk mengetahui lebih jauh tentang benang kusut konspirasi kudeta September (tentu anda sudah tahu tahunnya)  yang direkonstruksi penulisnya.  

Sejak awal sudah ditegaskan oleh penulisnya bahwa novel ini adalah seratus persen fiksi. Namun membaca novel ini serasa membaca buku sejarah. Sesungguhnya pembedaan antara karya sastra dengan sejarah kian menipis. Menurut Kuntowidjojo (Pengantar Ilmu Sejarah, 1995)  sejarah itu berbeda dengan sastra dalam hal 1) cara kerja, 2) kebenaran, 3) hasil keseluruhan dan 4) kesimpulannya. Sastra adalah pekerjaan imajinasi, kebenaran di tangan pengarang dengan kata lain kebenaran bersifat subyektif. Pengarang memiliki kebebasan penuh, ia hanya dituntut agar taat asas dengan dunia yang dibangunnya sendiri. Sastra bisa berakhir dengan pertanyaan sedangkan sejarah harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya. Pembedaan yang dilakukan Kuntowidjojo di atas masih bisa diperdebatkan. Bukankah pengerjaan sejarah juga membutuhkan imajinasi, kebenaran itu pada suatu sisi juga bersifat relatif, dan sejarah dapat juga memunculkan pertanyaan tidak harus berupa jawaban.