sued the nation's independence

As a nation the question arises regenerative for us, in which direction this nation will live, grow, and build a indonesian civilization? Indeed, every nation has a willed desire to determine the direction of his own fate.

menggugat arah kemandirian bangsa

Bagi kita sebagai bangsa selalu muncul pertanyaan regeneratif, ke arah mana bangsa ini akan hidup, tumbuh, dan membangun peradaban keindonesiaan? Memang, setiap bangsa memiliki hasrat berkehendak untuk menentukan arah nasib sendiri.

change and reform in muslim world

THE world is on the verge of the twenty-first century and different belief systems are being critically examined by experts in various fields. Religion and religious beliefs are no exception. However, this does not mean that the basics of religion itself are to be changed. For revealed religions like Islam, these fundamentals are immutable.

Establishing the idea of nationality

presidenku The title of the above gives us the sense that nationality is not something that is round and fixed. We see for example, that in the 6th century BC the kingdom of Sriwijaya in South Sumatra have been visited by Fahien, who spread Buddhism in the area of Sriwijaya.

The idea of nationhood in the 20th century

The idea of nationhood that emerged as the 20th century, who gave birth to nationality consciousness, across ethnicities, races, religions and origins, which was then named 'Indonesia'; the idea was certainly not born from empty space, but the birth of the 'feeling of kinship' is stronger than the reality of colonialism.

Kebangsaan di abad 20

Gagasan kebangsaan yang muncul seiring abad 20, yang melahirkan kesadaran sekebangsaan, melintasi suku, ras, agama dan asal usul, yang kemudian bernama “Indonesia”. Gagasan itu tentu tidak lahir dari ruang kosong, melainkan lahir dari “perasaan senasib” yang kuat dari realitas penjajahan.

Refleksi Empat Dasawarsa Komnas Perempuan

SYARIKAT Indonesia dan mitra jaringan dari perwakilan Jogja, Jateng, Jabar dan Jatim diundang Komnas Perempuan dalam rangka ulang tahun (HUT ke-10 Komnas Perempuan, tanggal 28 Oktober 2009).

Secuil Kisah dari Banyuwangi

PEMBANTAIAN dukun santhet di Banyuwangi 11 tahun silam, tepatnya tahun 1998, bisa menjadi cermin rapuhnya kerukunan masyarakat. Saat itu keadaan kota Gandrung – sebutan Banyuwangi – sangat mencekam. Pembunuhan terjadi di mana-mana. Untuk sekedar mengingatkan kita, dari RUAS kali ini mewawancarai pak Amari (74 tahun), tinggal di dusun Jajangsurat Kalibendo, Rogojampi Banyuwangi, yang juga tokoh masyarakat sekaligus saksi mata peristiwa.


Membaca Zaman Menyelesaikan Persoalan

Ratune Ratu utama

Patihe Patih linuwih

Pra nayaka tyas raharja

Panekare becik-becik

Parandene tan dadi

Paliyase Kalabendu

Malah mangkin andadra

Penguatan Kapasitas Fasilitator Rekonsiliasi Akar Rumput

UNTUK meningkatkan kapasitas dan kemampuan para aktifis gerakan sosial pro demokrasi menyangkut isu-isu resolusi konflik dan rekonsiliasi berbasis kekerasan masa lalu, Jaringan Kerja Syarikat Indonesia menggelar pelatihan dengan berbagai kalangan.