Pernyataan Sikap Sri Sultan HB X

teman sendiri aja dicekik kok

 

PERNYATAAN SIKAP

  1. Saya, Hamengku Buwono X dengan ini merasa prihatin dan mengecam keras atas penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 1 Juni 2008 terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).
  2. Pelanggaran konstitusi akan mengancam kelangsungan dan keutuhan Negara RI, untuk itu Pemerintah dan khususnya Kepolisian untuk menindak dengan tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran supaya tidak menjadi pemicu pecahnya konflik horizontal.
    Sudah saatnya pemerintah menggunakan otoritasnya untuk menindak segala macam perbuatan yang merongrong konstitusi dan keutuhan bangsa dan Negara.
  3. Para Founding Fathers mendirikan bangsa ini tidak atas nama suku, agama, ras, dan golongan.  Bahwa bangsa Indonesia didirikan didasari kesadaran dan kesediaan akan adanya multikultur / pluralitas.  Bhineka Tunggal Ika tidak hanya sebagai semboyan tapi harus dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Semua pihak harus saling menghargai dan saling menghormati.
  4. Kelompok-kelompok yang tidak bisa hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda agama, suku, ras, maupun golongan tidak boleh dibiarkan hidup dan berkembang di Negara Indonesia tercinta, peristiwa 1 Juni 2008 di Monas Jakarta harus merupakan kejadian terakhir.

 

Yogyakarta, 2 Juni 2008
tg
Hamengku Buwono X

 

Trackback URL for this post:

http://www.syarikat.org/trackback/361

Komentar

Kronologi

Avatar antok

JAKARTA - Bentrokan yang terjadi antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebebasan Keberagamaan (AKK) di Monas memakan korban. Para korban sudah diamankan polisi.

"Informasi dari operator di lapangan katanya ada korban," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Kasno kepada okezone, Minggu (1/6/2008).

Namun Kasno belum mengetahui secara pasti korban berasal dari kubu mana. "Saat ini petugas masih sibuk melerai karena bentrokan masih berlangsung," pungkasnya.

Massa FPI mengamuk dan menyerang massa AKKB yang beraktivitas di Monas sekira pukul 13.20 WIB. Selain menyerang massa AKK, massa FPI juga merusak sejumlah kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, bentrok masih terjadi. (poy)

(hri)
JAKARTA - Juru Bicara FPI sekaligus salah seorang Tim Advokasi Forum Umat Islam Munarman mengatakan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) bukan Pancasilais.

"Mereka hanya memaksakan Ahmadiyah dimasukkan ke dasar Pancasila. Karena itu perkara lain," kata Munarman saat dikonfirmasi okezone, Minggu (1/6/2008).

Dia menjelaskan, kalau Ahmadiyah dikatakan sebagai sebagai bentuk kebebasan umat beragama, maka tidak ada ajaran Islam seperti itu.

"Mereka sudah kalah dalam melakukan debat, dan adu argumentasi. Makanya Ahamdiyah harus segera dibubarkan," tandasnya.

Munarman menambahkan, aksi yang dilakukan Komando Laskar Umat Islam merupakan sebuah reaksi dari berbagai orasi yang dilakukan dan AKKBB.

"Mereka mengatakan dalam orasinya kita sebagai kafir dan tidak perlu takut terhadap kita. Makanya kita bereaksi atas penghinaan itu," paparnya. (kem)
JAKARTA - Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas'udi mengecam tindakan FPI yang menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB). Menurut dia tindak kekerasan atas nama apapun apalagi atas nama agama tidak dibenarkan.

"Agama apapun selalu menganjurkan kemuliaan budi. Sebaik-baiknya kalian, kata Rasulullah SAW adalah yang paling luhur budinya dan lembut hatinya," ujar Madar dalam keterangan persnya, Minggu (1/6/2008).

Masdar mengatakan, tidak ada dalil apapun yang membenarkan kekerasan. Dia juga mendesak aparat mengambil tindakan atas pelaku kekerasan itu.

"Menunda-nunda apalagi membiarkan kekerasan tanpa tindakan hukum hanya akan meruntuhkan wibawa negara," tegasnya. (Dian Widiyanarko/Sindo/mbs)
JAKARTA - Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi (PIJAR Indonesia) mengecam aksi brutal dan anarkis Front Pembela Islam (FPI) yang menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (1/6/2008).

"Aksi-aksi brutal seperti ini harus dihentikan karena bila dibiarkan tidak hanya akan menimbulkan keresahan bagi para pemeluk agama maupun aliran kepercayaan untuk menjalankan ibadahnya di Indonesia, tetapi juga mengancam keutuhan bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan kepercayaan," kata Ketua PIJAR Indonesia Ario Adityo dan Sekjen PIJAR Yunindya Deddy dalam rilis yang diterima okezone.

Banyaknya korban yang jatuh dari pihak AKK-BB akibat penyerangan FPI ini menunjukkan adanya pembiaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang seharusnya memberikan perlindungan kepada setiap kelompok yang sedang melakukan demonstrasi.

"Karena itu kami menuntut Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk segera menangkap aktor atau dalang aksi penyerangan ini, yang di antaranya seperti Habib Rizieq (FPI), Munarman (FUI), dan seluruh pimpinan organisasi-organisasi yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI)," terang Ario Adityo. (mbs)
JAKARTA - Ketua Fraksi PKB DPR A Effendy Choirie memprotes keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).

Tindakan itu jelas melanggar hak asasi manusia, konstitusi bangsa dan mencerminkan pemahaman keagamaan yang dangkal. Karena itu negara dan aparat kepolsian harus bertindak tegas dengan menangkap serta memproses mereka secara hukum.

"Bukan saja pelaku, tapi pemimpin FPI dan HTI juga harus ditangkap. Itu penting, karena tindakan mereka ini berbahaya bagi kehidupan beragama berbangsa dan bernegara serta mengancam eksistensi NKRI ke depan. Terlebih lagi telah melanggar konstitusi dan UUD 45," tandas Gus Choi-sapaan akrab Wakil Ketua Umum DPP PKB itu pada wartawan di Jakarta, Minggu (1/6/2008).

Ketika ditanya bagaimana FPI dan HTI lalu demo tolak BBM dan mendesak SBY-JK turun, Effendy Choirie menegaskan terlepas apakah mereka ini intelijen atau bukan, yang pasti sudah jelas mengatasnamakan FPI dan HTI dan faktanya memakai baju putih, bersorban, dan dengan identitas FPI dan HTI. Sementara mengenai minta SBY-JK turun itu persoalan politis.

"Mereka minta turun itu persoalan politis. Tapi kalau mereka sampai memukuli masyarakat yang memperjuangkan pluralisme, keanekaragaman dan untuk NKRI sesuai amanat UUD 1945, maka itu jelas tindakan anarkis melawan hukum. Karena itu mereka harus diproses secara hukum. Selain itu, mereka ini merusak ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang, toleransi, perdamaian, menjunjung tinggi HAM dan demokrasi serta telah mencederai kehidupan beragama dan konstitusi negara," tutup Gus Choi. (mbs)
JAKARTA - Tindakan penyerangan dan penganiayaan sekelompok orang yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) adalah tindakan kriminal yang harus ditindak secara hukum.

"Polisi harus menindak mereka dan memproses secara hukum. Kami mengecam tindakan kekerasan ini," Kata Hendardi, Ketua Badan Pengurus Setara Institute dalam rilis yang diterima okezone, menanggapi aksi kriminal kelompok FPI, Minggu (1/6/2008).

Kata dia, polisi selama ini tidak pernah menempuh hukum terhadap kelompok FPI yang sudah berulang kali melakukan tindakan kriminal, baik terhadap kelompok masyarakat yang sedang melakukan demostrasi maupun terhadap fasilitas-fasilitas publik.

"Polisi harus buktikan bahwa mereka tidak tunduk pada penghakiman massa. Polisi bisa dituduh melanggar HAM karena membiarkan warga negara mengalami kekerasan," lanjut Hendardi.

Menurut Hendardi, berulangnya kekerasan terhadap kelompok yang berbeda dengan mengatasnamakan agama diakibatkan oleh tindakan negara yang gagal memenuhi kewajiban konstitusionalnya melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan.

"Seharusnya pemerintah bersikap tegas atas masalah kebebasan beragama atau berkeyakinan. Konstitusi Indonesia jelas-jelas telah menjamin kebebasan. Karena itu pemerintah harus menegakkan dengan melindungi setiap agama dan kepercayaan apapun," tegas Hendardi.

Menurutnya, SBY harus memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan. Demikian juga DPR, yang sampai saat ini belum pernah melakukan tindakan apapun dalam merespons kekerasan atas nama agama ini.

"DPR, khususnya Komisi III dan Komisi VIII pernah berjanji akan melakukan berbagai upaya khusus untuk mengatasi masalah ini. Tapi sampai saat ini belum juga ditepati," ia menuturnkan.

Ditegaskan Hendardi, DPR memiliki hak untuk memanggil Kapolri dan bahkan presiden, untuk mendesak agar pemerintah berbuat sesuatu bagi terlindunginya hak kebebasan beragama dan berkeyakinan.

"Jika kondisi seperti ini terus berulang, presiden jelas telah melanggar konstitusi dan harus dimintai pertanggungjawabannya," Pungkas Hendardi.(jri)
JAKARTA - Setelah sempat meninggalkan lapangan Monas, pascabentrokan dengan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB), massa FPI kembali berunjuk rasa di depan Istana.

Sekiran 200 massa FPI berbaur dengan seribuan massa HTI menggelar aksi di depan Istana Negara, Minggu (1/6/2008). Mereka melakukan aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM.

Sejumlah umbul-umbul dan bendera mereka usung ke depan Istana. Polisi pun terlihat segera berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Sementara massa AKKB hingga berita ini diturunkan masih banyak yang berkumpul di Galeri Nasional. Mereka mengecam aksi anarkis yang dilakukan massa FPI. (mbs)
JAKARTA - Aksi brutal massa Front Pembela Islam (FPI) yang menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebebasan Beragama mendapat kecaman.

Ahmad Suaedy, Direktur Wahid Institute menegaskan, aksi itu justru menunjukkan wajah yang mencoreng nama Islam.

"Saya mengutuk kekerasan atas nama Islam. Jelas itu Islam brutal. Kembalilah kepada islam yang damai dan berdialog," serunya dalam jumpa pers di Galeri Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2008).

Suaedy adalah salah satu korban aksi brutal tersebut. Dia dipukuli sekira 10-20 anggota massa FPI. Saat itu, dia tengah bersama istrinya.

"Saya tidak lari karena ada istri saya di samping. Ada juga orang tua dan satu orang lagi yang menggunakan kursi roda. Orang-orang itu yagn saya lindungi, karena mereka mau dihajar. Jadi mereka yang memukuli saya," cerita Suaedy yang mengalami luka di dagunya.

Syafii Anwar, Direktur International Center for Islam and Pluralism (ICIP) menyatakan aksi brutal tersebut tidak bisa dibenarkan. Dia mengimbau pemimpin kelompok tersebut untuk menertibkan anak buahnya.

"Ini tindakan yang tidak bisa dibenarkan. brutal dan mengatasnamakan agama. Bagi saya ini akan membawa imej buruk bagi Islam, khususnya Islam di indonesia. Islam seolah identik dengan kekerasan. Tidak ada lagi islam yang ramah yang mengutamakan dialog," kata Syafii yang mengalami luka di kepala akibat dipukul dan terkena lemparan batu.(jri)
JAKARTA - Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) akan melaporkan aksi penyerangan oleh massa FPI di Lapangan Monas, Jakarta, kepada polisi. Saat ini AKKB akan minta hasil visum ke rumah sakit.

"Kami sangat kaget. Ini aksi damai untuk memperingati hari kelahiran Pancasila. Tidak ada singgungan selain itu," kata Koordinator Lapangan AKKB Anik di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (1/6/2008).

Dia mengatakan banyak yang terkena pukulan bambu, yang teridentifikasi langsung ada 12 orang yang kena pukul dan luka. Yang parah ada 4 orang di antara Muhammad Guntur Romli dari Jurnal Perempuan dan Kiai Imanul Haq dari Pesantren Cirebon, saat itu mereka dibawa ke RS Mitra Jatinegara, RSPAD, dan RS Tarakan.

Sementara Syafii Anwar dari ICIP dan Ahmad Suaedy dari Wahid Institute juga terluka. Syafii Anwar bocor kepalanya, dan Ahmad Suaedy luka dibagian dagu.

"Kita akan ke rumah sakit kemudian minta visum dan akan melaporkan ke polisi atas aksi. Kita akan tuntut karena kita aksi diam dan dipukul secara sepihak. Kita juga akan protes atas perlakukan polisi," ujar Anik. (mbs)
JAKARTA - Aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) yang mengalami luka serius sebanyak enam orang dan puluhan lainnya terkena pukulan dengan kayu, bambu, pentungan yang dilakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI).

"Selain memukuli mereka juga merusak soundsystem, merebut dan merusak spanduk yang dibawa oleh AKKB," kata Ketua LBH Ampera Saragih di Galeri Nasional Monas, Jakarta, Minggu (1/6/2008).

Salah satu korban bernama Eddie Juwono kepada okezone mengatakan, dirinya sempat dipukuli, dijambak, dan ditendang oleh salah seorang anggota FPI atau HTI yang juga disaksikan oleh Munarman. Dia juga sempat dimaki-maki, "Kamu bukan Islam kan?" "Kamu bela Ahmadiyah ya?" "Jangan macam-macam kami orang Islam tidak takut mati."

Menurut aktivis AKKB Natsir, massa FPI dan HTI, memungkul siapa saja yang ikut aksi AKKB, baik anak-anak maupun ibu-ibu. "Ada seorang anak kecil yang dibawa ke RS Tanah Abang karena dipukuli," terang dia.

Saat ini, aktivis AKKB masih berkumpul di Galeri Nasional Monas. Sejumlah tokoh yang turut memberikan dukungan moral kepada AKKB di Galeri Nasional adalah Gunawan Mohammad, Eddie Brokoli, Nia Dinata, dan lainnya.

Aparat kepolisian saat terjadi aksi bentrok hanya sekadar menghalau massa FPI dan HTI, tanpa melakukan penangkapan. "Polisi sepertinya membiarkan mereka memukuli kami," ujar Natsir. (mbs)
JAKARTA - Massa Aliansi Lintas Agama menganggap polisi lamban melindungi mereka saat diserang massa FPI. Namun polisi punya alasan lain.

"Mereka tidak koordinasi dengan kami," ujar Kapolres Jakpus, Heru W, Minggu (1/6/2008).

Menurut dia sebelumnya, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama hanya melaporkan akan berunjuk rasa dari Cempaka Barat, kemudian ke Kedubes AS dan menuju Hotel Indonesia.

"Eh malah ke sini (Monas) tanpa minta pengamanan kami," kilahnya.

Sementara itu, puluhan anggota FPI masih tampak berkumpul di sekitar Monas, tak ada pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian. (fit)

Santri NU Serbu Markas FPI di Cirebon

Avatar antok

Santri NU Serbu Markas FPI di Cirebon
Senin, 2 Juni 2008 06:26
Cirebon, NU Online
Sekira 30 santri dari sejumlah pondok pesantren menyerbu markas Fron Pembela Islam (FPI) di Desa Setu, Weru, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (1/6) malam.

Aksi para santri yang tergabung dalam Aliansi Warga Nahdliyin (AWN) itu dilakukan sebagai reaksi atas penyerangan massa FPI di Jakarta, pada Ahad siang.

Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor dan sempat dihadang sekitar 4 orang anggota FPI yang sedang duduk-duduk di ujung jalan. Adu mulut pun terjadi di antara kedua kubu.

Anggota FPI itu lantas meninggalkan kantornya. Para santri AWN lalu merobohkan papan nama FPI yang yang berukuran selebar 1 meter. Papan nama itu pun diinjak-injak dan diseret.

Aparat Kepolisian Sektor Waru yang berada di lokasi hanya melihat aksi AWN itu tanpa berusaha mencegah.

Menurut Koordinator AWN, Nuruzzaman, aksi mereka merupakan bentuk kekesalan para santri NU atas penyerangan yang dilakukan FPI di Jakarta. Apalagi, salah satu korban rusuh Monas, Kiai Maman Imanulhaq, adalah tokoh NU di Cirebon yang mengasuh Pesantren Al-Mizan.

"Kita tidak terima dengan aksi FPI yang main hakim sendiri. Inilah pembalasan dari aksi tersebut," imbuh Nuruzzaman.

AWN, lanjut dia, mengancam akan menduduki kantor FPI juga dalam 2 x 24 jam, jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan tersebut.

"Kita akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih banyak jika FPI tidak meminta maaf atas penyerangan di Monas," pungkasnya.

Kiai Maman Imanulhaq, salah satu korban penyerangan di Jakarta, mengaku diinjak dan dipukuli dengan bambu oleh massa FPI. "Ketika itu antara pukul satu dan setengah dua siang. Kita di Monas untuk aksi damai memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Tiba-tiba massa FPI sambil berteriak bubarkan Ahmadiyah, bubarkan kafir sambil membawa bambu," terangnya.

Setelah itu, kata Maman, ada 10 orang dari massa FPI yang mengeroyoknya. "Mereka memukul muka dan menendang. Setelah itu, saya jatuh diinjak-injak dan dipukuli pakai bambu," ujar Kiai Maman.

Maman mengatakan, saat ini anarkisme masih sangat subur. "Saya tidak dendam tapi seharusnya bisa menghargai keberagaman beragama yang ada dalam UU bukan dengan kekerasan. (rif/dtc)

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum. If you have a Gravatar account, used to display your avatar.