Puisi "SAMPAH" dan "DIRINYA".
SAMPAH

Sampah...
Sampah...
Dan sampah...
Kalian yang terbuang... tetaplah terbuang
Kami...
Tidak akan pernah mau
Kami tidak akan pernah mau ada kalian
Kalian
Tidak akan pernah pantas kalian ada di sekeliling kami
Tidak akan pernah ada ruang buat kalian
Bukankah kutukan itu
Kutukan itu... datang hanya untuk kalian
Bukan untuk kami...
Maka
Nikmatilah... nikmatilah
Rasakanlah
Semua hasil jerih payahmu
Semua hasil perilakumu
Hanya sesal dan kehancuran yang akan menghampirimu
Pergilah kalian
Lenyaplah kalian
Jangan pernah ada disini
Di Dunia kami...
DIRINYA

Apapun dirinya yang sekarang
Dirinya tetaplah manusia...
Manusia yang mempunyai rasa...
Rasa ingin...
Ingin dicintai
Ingin disamakan dengan mereka-mereka
Rasa butuh...
Butuh pengertian
Butuh dukungan moral
Rasa bangga
Bangga bila dirinya tak terasingkan
Bangga jika dirinya dimanusiakan
Malu...
Rasa malu...
Alu akan apa yang telah ia dapat
Malu mengingat masa lalu...
Rasa suram
Suram bila melihat hari-hari kedepan
Dan rasa terima
Terima apa yang seharusnya ia terima
Tak ada alasan untuk kita mengutuknya
Jabat tangan, papasan, ciuman dan pelukan
Tak akan membuat kita menjadi seperti dirinya
Jabatlah tangan kami dan bernyanyilah bersama kami
Bersama kita lawan keterasingan...
- Versi ramah cetak
- Masuk atau daftar untuk menuliskan komentar