REKONSILIASI, Mantan TAPOL & Masyarakat Main Kethoprak Bersama


syarikat - Posted on 30 June 2008

REKONSILIASI
Mantan Tapol & Masyarakat
Main Ketoprak Bersama

PENTAS ketoprak rakyat lakon “Karta Pokil” yang akan digelar Syarikat Indonesia bekerjasama dengan para mantan tapol ’65 dan masyarakat Kulonprogo tak hanya bertutur tentang bahaya AIDS tapi juga tentang stigmatisasi perempuan yang pernah dituduh makar dalam sebuah negara.

Dimainkan oleh tujuh pemain, diiring musik gamelan dan lesung, pergelaran ketoprak itu rencananya akan dimainkan di beberapa wilayah DIY bulan Mei – Juni mendatang.
“Kita berharap pementasan ini juga bisa menjadi ajang bagi terciptanya dialog dan rekonsiliasi sosial antar warga masyarakat lewat kesenian,” tutur Septi Wulandari, ibu satu anak yang lama berkecimpung sebagai aktivis hak-hak perempuan kepada RUAS.
Menurutnya, pementasan kali ini akan berbeda dengan pentas ketoprak sebelumnya karena format yang disajikan jauh lebih sederhana, komunikatif, mencerdaskan sekaligus menghibur.
“Dibingkai dalam bentuk kerakyatan, pentas kali ini dihadirkan dalam format sederhana. Tak ada kesan glamor atau mewah sebagaimana pementasan ketoprak di televisi yang sering kita lihat selama ini,’ tuturnya.
Lakon “Karta Pokil” yang ditulis oleh Bondan Nusantara ini berdurasi 45 menit dan bercerita tentang seorang tokoh antagonis yang juga bandar narkoba dan suka berganti pasangan ini kembali ingin menikahi seorang gadis karena hutang ayahnya menumpuk hingga tak mampu mengembalikan.
“Sebagai gantinya, tokoh antagonis yang sudah beristri 3 itu meminta agar si penghutang memberikan anak gadisnya sebagai pengganti,” jelas Erwin mewakili teman-temannya yang bertugas sebagai koodinator dan pelaksana program dari Syarikat Indonesia. (Nus)