WAWANCARA, Rakyat Butuh Guru Demokrasi


syarikat - Posted on 06 May 2008

PERSOALAN Parpol tak hanya menyangkut warga perkotaan tapi juga para petani. Untuk mencari gambaran tentang bagaimana sikap dan harapan  para petani di Batang, RUAS melakukan wawancara dengan Handoko SH (42 th) salah satu pendiri Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB) yang tinggal di desa Cepoko Bandar Batang. Berikut ini hasil petikannya.

 

Bagaimana komentar Anda tentang para pemimpin kita?
Pemimpin sekarang miskin visi kerakyatan. Bisanya mengumbar program dan bicara soal kesejahteraan tetapi minim implementasi. Maka jangan heran kalau rakyat beralih sandaran pada pemimpin diluar birokrasi dan partai.

 

Termasuk di Batang?
Visi kerakyatannya cuma dijabarkan dalam bentuk kunjungan kerja. Tapi kurang integral atau holistik. Contoh paling riiladalah masalah pupuk. Para pemimpin kita tak bisa memutus mata rantai dari “smokle” pupukyang kadang-kadang hilang saat petani membutuhkan.

Kenapa bisa begitu?

Mereka disibukkan oleh kegiatan seremonial dan proyek yang ada duitnya. Saya tidak ngomong mereka mencuri uang negara. Dalam benak mereka berkata, kesejahteraan itu dimunculkan bila ada jalan tol, GOR, gedung pertemuan dan sebagainya. Rasanya, tak ada sama sekali yang ngomong soal konflik tanah dan konflik petani.

Pengalaman Anda mendampingi petani yang mengajukan tuntutan kepada eksekutif dan legislatif?
Para pemimpin kita nggak ngerti situasi di level bawah sebab proses menjadi pemimpin  tidak lewat tempaan melainkan lahir dadakan. Di sisi lain calon pemimpin yang didukung rakyat selalu kalah karena tak punya uang. Sedangkan para petani yang mencoba melahirkan pemimpin informal justru dianggap musuh utama para pejabat.

Apa yang dibutuhkan rakyat saat  ini?
Rakyat butuh guru demokrasi yang mampu memberi pencerahan bahwa petani punya hak yang sama dengan warga negara yang lain. Kita pernah berjaya dalam lintasan sejarah. Kita punya HOS Cokroaminoto, Soekarno, Hatta, Tan Malaka dan banyak lagi yang lain. Kita juga pernah punya masa heroik dimana rakyat terlibat langsung dalam merebut kemerdekaan. Tetapi saat ini tidak ada yang mengintrodusir hal ini.

Pendapat Anda tentang partai lokal?
Kalau tak paham konstituennya gampang dibajak orang kaya sebab partai hanya sekedar alat. Bukan tujuan. Apalagi rakyat belum mengerti semua tentang seluk beluk organisasi. Jadi partai lokal itu ya tetap ringkih. Bagi saya, yang penting saat ini adalah munculnya pencerahan dan pencerdasan rakyat termasuk para petani. Jika rakyat cerdas para pemimpin tak akan mudah menyalah-gunakan jabatan dan wewenangnya. (Heri & Arif)