Ekosob
Ramadhan dan Budaya bangsa
RAMADHAN DAN BUDAYA POLITIK BANGSA INDONESIA
*Oleh: Sapto Raharjanto
Marhaban ya Ramadhan, sudah hampir satu minggu ini seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, termasuk di Negara kita, ada banyak kegiatan peribadatan di bulan yang penuh barokah ini, penulis sendiri ini ingin melihat sebuah sisi lain dari bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, yaitu bagaimana Ramadhan dan budaya politik di Indonesia, sebelum kita masuk lebih dalam untuk memaknai bulan Ramadhan dan budaya politik di Indonesia yang akhirnya banyak menimbulkan krisis multidimensional ini, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mendefinisikan makna agama seperti yang dibangun oleh Max Weber yang menurut pengertiannya lebih pada serangkaian jawaban atas koherensi terhadap dilema eksistensi manusia seperti, kelahiran, kematian, sakit, yang membuat umat manusia harus menjawabnya dengan agama. Pengertian ini kemudian berimplikasi pada kepastian umat manusia untuk beragama, sebab umat manusia selalu dihadapkan pada masalah-masalah yang senantiasa eksis, seperti, kematian, kelahiran dan sakit.
Pancasila dan kaum muda
Pancasila dan kaum muda sebagai solusi problematika kebangsaan
*Oleh: Sapto Raharjanto
Ketika penulis menyaksikan berita di televisi mengenai adanya bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat miskin, maka sangat miris bagaimana kita saksikan antrean yang sampai ribuan orang yang terkadang ada banyak ibu-ibu yang terinjak injak, belum lagi bagaimana ibu-ibu berdemo untuk bisa mendapatkan minyak tanah, antrean masyarakat untuk mendapatkan gas LPG yang semakin hari harga LPG tersebut semakin melambung tinggi, lalu apakah ini wajah republik ini yang semakin lama banyak melahirkan OMB (Orang Miskin Baru) dan the lost generation sebagai imbas dari kemiskinan yang melilit rakyat Indonesia sehingga standarisasi gizi untuk anak yang merupakan generasi penerus pembangunan di Indonesia sangat rendah, dalam sepuluh tahun terakhir bangsa Indonesia semakin menjadi bangsa pengemis yang bisa kita definisikan menjadi sebuah pepatah dalam bahasa Inggris From king to beggar dan definisi untuk rakyat Indonesia sendiri menjadi semakin banyak tikus yang mati di lumbung padi.
LAPORAN UTAMA, Belum Sepenuhnya Negara Menjamin Hak Ekosob Warganya
HASIL penelitian jaringan Syarikat Indonesia di 26 kota di Jawa, hampir semua korban tragedi politik 1965-66 mengalami pergeseran dalam organisasi dan pekerjaan sebelum dan sesudah peristiwa berdarah itu.Yang semula aktif menjadi ragu dan takut terlibat dalam organisasi, apapun bentuk dan tujuannya. Demikian juga dalam hal pekerjaan, yang awalnya berstatus PNS (Pegawai Negri Sipil) sekarang harus kerja serabutan. Demikian pula yang dulunya berstatus pelajar/ mahasiswa, saat ini banyak yang menganggur. Kebanyakan dari mereka mencoba bertahan hidup dengan bekerja seadanya.
CTC dan Anak SD
![]() |
![]() |
Bulan Agustus ini, Syarikat Indonesia kedatangan tamu dari SD Gombang, kelas 4, 5 dan 6. Mereka bersama gurunya ingin belajar komputer dari level tidak pernah ketemu komputer. Anak-anak mengakses fasilitas CTC per kelas pada hari Senin, Kamis dan Sabtu jam sebelas hingga tigabelas siang.
REKONSILIASI, Mantan TAPOL & Masyarakat Main Kethoprak Bersama
REKONSILIASI
Mantan Tapol & Masyarakat
Main Ketoprak Bersama
PENTAS ketoprak rakyat lakon “Karta Pokil” yang akan digelar Syarikat Indonesia bekerjasama dengan para mantan tapol ’65 dan masyarakat Kulonprogo tak hanya bertutur tentang bahaya AIDS tapi juga tentang stigmatisasi perempuan yang pernah dituduh makar dalam sebuah negara.
OPINI, Poligami Dan Potensi Kekerasan Terhadap Kaum Perempuan
OPINI
Poligami dan Potensi Kekerasan
Terhadap Kaum Perempuan
Oleh : Ahmad Nawawi ‘Aqiel
NAMANYA sederhana, Sujana. Pria berusia 36 tahun yang sehari-hari punya profesi sebagai pedagang tanaman hias ini tidak setenar Aa Gym, profesinya pun tidak berhubungan langsung dengan sesuatu yang berkaitan dengan dakwah. Tetapi dalam hal jumlah istri, Mang Jana begitu panggilan akrabnya, tidak kalah dengan Aa Gym. Mang Jana memiliki dua orang istri. Istri terakhirnya ia nikahi tiga bulan yang lalu.
Hak Ekosob di Indonesia

Pelaksaanaan Kovenan Internasional
Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Indonesia
Pada 30 September 2005 DPR dan Pemerintah sepakat meratifikasi piagam penting hak asasi manusia (Bill of Rights) yaitu International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights dan International Covenant on Civil and Political Rights. Proses ratifikasi tersebut dilakukan pada 28 Oktober 2005, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan UU No. 11 tahun 2005 tentang pengesahan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik dan No. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Ratifikasi terhadap the bill of human rights ini tentu saja membawa harapan baru bagi kondisi yang lebih kondusif bagi pemajuan penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia di negeri ini.
Puisi "SAMPAH" dan "DIRINYA".
SAMPAH

Sampah...
Sampah...
Dan sampah...
Kalian yang terbuang... tetaplah terbuang
Kami...
Tidak akan pernah mau
Kami tidak akan pernah mau ada kalian
Kalian
Tidak akan pernah pantas kalian ada di sekeliling kami
Tidak akan pernah ada ruang buat kalian
Bukankah kutukan itu
Kutukan itu... datang hanya untuk kalian
Bukan untuk kami...
Maka
Nikmatilah... nikmatilah
Rasakanlah
Semua hasil jerih payahmu
Semua hasil perilakumu
Hanya sesal dan kehancuran yang akan menghampirimu
Pergilah kalian
Lenyaplah kalian
Jangan pernah ada disini
Di Dunia kami...
Pernyataan Sikap Sri Sultan HB X

PERNYATAAN SIKAP
- Saya, Hamengku Buwono X dengan ini merasa prihatin dan mengecam keras atas penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) pada tanggal 1 Juni 2008 terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).
- Pelanggaran konstitusi akan mengancam kelangsungan dan keutuhan Negara RI, untuk itu Pemerintah dan khususnya Kepolisian untuk menindak dengan tegas dan tidak terkesan melakukan pembiaran supaya tidak menjadi pemicu pecahnya konflik horizontal.
Sudah saatnya pemerintah menggunakan otoritasnya untuk menindak segala macam perbuatan yang merongrong konstitusi dan keutuhan bangsa dan Negara.
Berteman yang Baik

Seorang penderita HIV & AIDS yang selalu mendapat perlakuan negative dari masyarakat yang tidak paham akan apa itu HIV& AIDS.


