penguatan masyarakat
Gaji rutin DPR
Pemilu 2009 saat ini adalah pemilu yang melibatkan caleg atau calon legislatif terbanyak. Dari puluhan partai dan ribuan calon legislatif mulai dari DPR tingkat Kabupaten/kota hingga DPR Pusat. Meskipun dalam Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang berlangsung di koran-koran mereka merasa kekurangan dana namun mengapa masih ngotot untuk menjadi anggota legislatif, tentunya bukan sekedar perjuangan yang mereka jadikan tujuan, namun pastilah ada udang di balik bakmi yang kemebul hangat, dan nyam-nyam sekali rasanya. Kadang muncul pertanyaan besar mengapa dan sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?
Beberapa hal dibalik perjuangan untuk mendapatkan kursi empuk, jabatan kekuasaan tentunya ada sesuatu hal rutin yang bisa diharapkan untuk menjaga dapur agar tetap ngebul, menurut terawangan orang awam mungkin masih wajar dan akan membelalakkan mata ketika mengetahui yang sebenarnya, wuih betap berjibun duit yang ada di gedung-gedung para wakil kita itu. Rakyat yang megap-megap dalam mencukupi kehidupannya tentunya hanya akan misuh-misuh dan bunuh diri ketika para wakil rakyat yang bergaji besar itu hanya tidur ataupum ketiduran ketika sidang untuk memikirkan nasib para pendukungnya dahulu. Pikirkan apakah mereka masih ingat ketika menjalankan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
Demokrasi Destruktif
LAPORAN UTAMA
Demokrasi Destruktif
Oleh Zeinul Ubbadi *
Ginsburg (1995) pernah menyatakan bahwa politik adalah kontrol terhadap akses sumber-sumber daya material dan simbolik. Dalam arti yang demikian, politik dapat mencakup kawasan yang cukup luas. Tidak hanya dalam ranah pembagian kekuasaan, melainkan juga aspek-aspek lain kehidupan manusia. Seperti, sosial, budaya, dan ekonomi.
Cakupan politik cukup luas. Demikian juga dengan faham politik. Dari sekian banyak faham politik, Indonesia memilih suatu faham dan sistem politik yang sepakat kita sebut demokrasi. Demokrasi memiliki visi bahwa rakyat memiliki kedaulatan yang tingkatannya berada pada posisi paling atas. Maka, muncullah adagium “pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat” sebagai bentuk konkret dari sistem pemerintahan demokratis.
