penguatan masyarakat
Jangan Lagi Ada yang Menjauh
Oleh: Ahmad Tohari
Belum lama ini, terbit sebuah buku berjudul Menyintas dan Menyeberang karya Singgih Nugroho. Buku yang ditulis berdasarkan penelitian lapangan ini mencoba mengungkap penyebab perpindahan agama sekelompok masyarakat di sebuah desa di wilayah Salatiga, Jawa Tengah.
Terungkap bahwa di desa tersebut cukup banyak warga masyarakat yang berpindah dari agama Islam ke agama Kristen. Motivasinya macam-macam. Sebagian mengaku berpindah keyakinan atas pilihan sadar mereka. Tetapi, ada juga yang mengaku pindah agama untuk memenuhi keinginan mencari rasa lebih nyaman.
YuK!
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!)
Mengingat asas persatuan dan kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kebhinnekaan merupakan harta yang paling berharga bagi masa depan bangsa Indonesia. Realitas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur adalah sesuatu yang –TAK TERBANTAHKAN.
Oleh karena itu, segala upaya yang ditujukan untuk menjaga dan merawat kebhinnekaan merupakan keniscayaan bagi seluruh komponen masyarakat di Indonesia. Menyikapi munculnya problematisasi akan disahkannya RUU Pornografi, Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!) keberatan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
Awal Mula Syarikat
Pada sebuah pertemuan jaringan kaum muda NU di Pesantren “Ribatul Muta’allimin” Pekalongan (Jawa Tengah) pada awal tahun 2000, disepakati untuk mengusung isu “Tragedi 1965”. Sejak itu mulai dilakukan diskusi-diskusi, dan merancang strategi untuk menggarap isu sensitif ini. Dikatakan sensitif karena di dalam sejarahnya, keterlibatan kelompok Islam dan khususnya Nahlatul Ulama dalam proses pembasmian (orang-orang) komunis di Indonesia, sangatlah masyhur dan tak bisa ditutup-tutupi.
Temu Kiprah Perempuan DIY dan Komnas Perempuan

Ibu-ibu survivors 65 DIY yang tergabung dalam KIPER, mengadakan diskusi dengan KOMNAS PEREMPUAN Divisi pengembangan sistem pemulihan pada Minggu 24 Agustus 2008 di rumah ibu Sumarmiyati, Yogyakarta, dalam pertemuan tersebut, anggota KIPER hadir kurang lebih 15 orang (ada anggota yang datang dari Bantul), sedangkan dari KOMNAS PEREMPUAN dihadiri oleh Ibu Nunuk , Ibu Azriana, Ibu Sri Wiyanti, Ibu Sawitri.
Quo Vadis Pemajuan dan Penegakan HAM
RANGKUMAN
LOKAKARYA NASIONAL HAK ASASI MANUSIA VII
”QUO VADIS PEMAJUAN DAN PENEGAKAN HAM DI INDONESIA”
Lokakarya nasional hak asasi manusia secara tradisional merupakan kegiatan tahunan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, untuk melihat kembali perkembangan hak asasi dan menentukan langkah lebih lanjut. Lokakarya yang berlangsung pada tanggal 8 – 11 Juli 2008 ini dilakukan bekerjasama dengan Legal Development Facility Australia, dengan mengambil tempat di Jakarta dan diikuti oleh sekitar 150 peserta, mewakili organisasi pemerintah (nasional maupun lokal), akademisi, media, non-pemerintah dan perorangan. Lokakarya diawali oleh sambuta ketua Komnas HAM dan dibuka secara resmi oleh wakil presiden. Pembukaan ini dilanjutkan dengan keynote speech oleh Ketua Mahkamah Konstitusi.
Soeharto dan G30S
Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).
Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.
REKONSILIASI, Mantan TAPOL & Masyarakat Main Kethoprak Bersama
REKONSILIASI
Mantan Tapol & Masyarakat
Main Ketoprak Bersama
PENTAS ketoprak rakyat lakon “Karta Pokil” yang akan digelar Syarikat Indonesia bekerjasama dengan para mantan tapol ’65 dan masyarakat Kulonprogo tak hanya bertutur tentang bahaya AIDS tapi juga tentang stigmatisasi perempuan yang pernah dituduh makar dalam sebuah negara.
Temu Rindu Menggugat Senyap : Catatan Pandangan Mata
Pengantar:
Pada 24 Juli 2005 Lingkar Tutur Perempuan mendapat kehormatan menjadi saksi sejarah reuni para perempuan korban Tragedi 1965 di Yogyakarta. Acara yang diberi nama “Temu Rindu Menggugat Senyap” ini berlangsung selama kurang lebih 5 jam tanpa ada gangguan yang berarti dan membuka ruang pengungkapan kebenaran tentang salah satu tragedi kekerasan paling berdarah di negeri ini. Di bawah ini adalah catatan pengamatan kami selama acara berlangsung. Selamat membaca!
Membuka Ruang Jumpa dan Mengungkap Rasa
Dewan Jendral "Adakah?'
Pada saat makin banyak orang mulai meragukan tuduhan Orba, G30S didalangi PKI, seorang yang menggunakan nama samaran Pelana Kuda, malah berubah sikap menjadi sehaluan dengan Orba untuk menuduh PKI-lah dalang G30S. Menjadi seorang yang berusaha dengan keras mempertahankan tuduhan Orba bahwa PKI adalah dalang G30S, yang sudah mulai diragukan kebenarannya dan melihat tuduhan itu merupakan pemutar-balikan kenyataan, hanya digunakan oleh Letjen Soeharto ketika itu sebagai alasan untuk melarang dan membasmi PKI dari bumi Indonesia saja PROF DR W.F. WERTHEIM : 'SOEHARTO DALANG G30S"
