Panduan

solidarity through the route discovery of truth and reconciliation

Rab, 28/07/2010 - 11:18 - syarikat |
Arie Sujito

Its not easy to heal trauma caused by unfinished conflict and violence. This country has too many wound dressings, with so many ruins from the explosion of emotion, suspicious attitudes and stand off thickened reasoning, thus failing to build capabilities together for peace. Trouble and time bomb systemic problem on each event and from one incident to another incident since this country was born, dispute between one and another parties which brought victim and chaos situation developing scared mentality, and so far not all able to be disclosed clearly. Its clear and not difficult to called, when the power has an fascist and authoritarian, give a narrow path for justice.

Memadu Nalar Rekonsiliasi

Sel, 25/08/2009 - 19:05 - suryaden |
Arie Sujito

Goresan luka akibat konflik dan kekerasan yang berkepanjangan, memang tak mudah disembuhkan. Negeri ini terlalu banyak balutan luka, dengan begitu banyak puing-puing reruntuhan akibat ledakan emosi, menebalnya sikap curiga dan kebuntuan nalar, sehingga gagal membangun kemampuan bersama untuk perdamaian. Ledakan masalah semenjak peristiwa demi peristiwa dalam rentang negeri ini beridi, pertengkaran antar pihak yang membawa korban dan kekacauan membuat ketakutan, sejauh ini belum semua mampu diungkapkan secara jernih. Tidak sulit menyebut, saat kekuasaan berwatak fasistik dan otoriter, ruang mencari keadilan tentu menyempit. Tafsir sejarah adalah rekayasa dan konstruksi hegemonik sang pemilik kuasa. Disanalah, tidak ada dialog untuk mencari titik sambung agar kebenaran dan keadilan terwujud. Jika demikian adanya, maka rekonsiliasi mengalami hambatan dan kebuntuan.

Jangan Lagi Ada yang Menjauh

Kam, 25/09/2008 - 15:48 - antok |

Oleh: Ahmad Tohari

Belum lama ini, terbit sebuah buku berjudul Menyintas dan Menyeberang karya Singgih Nugroho. Buku yang ditulis berdasarkan penelitian lapangan ini mencoba mengungkap penyebab perpindahan agama sekelompok masyarakat di sebuah desa di wilayah Salatiga, Jawa Tengah.

Terungkap bahwa di desa tersebut cukup banyak warga masyarakat yang berpindah dari agama Islam ke agama Kristen. Motivasinya macam-macam. Sebagian mengaku berpindah keyakinan atas pilihan sadar mereka. Tetapi, ada juga yang mengaku pindah agama untuk memenuhi keinginan mencari rasa lebih nyaman.

Suara perempuan korban tragedi 1965

Sen, 26/05/2008 - 19:05 - syarikat |

Komisi Nasional Perempuan, hari Rabu (20/2) sore bertemu Presiden SBY, di Kantor Presiden. Mereka masing-masing adalah Kamala Chandrakirana (Ketua Komnas Perempuan), Ninik Rahayu (Wakil Ketua), Sylvana M. Apituley (Wakil Ketua), Arimbi Heroepoetri, Azriana, Neng Dara Affiah, Sri Wiyanti Eddyono dan Vien Soeseno masing-masing sebagai komisioner.

SisipanUkuran
Galuh Wandita_Kesempatan dalam Kesempitan.doc163 KB

Membangun Teologi Rekonsiliasi

Sen, 06/10/2003 - 23:47 - syarikat |

Membangun Teologi Rekonsiliasi
Oleh Abdul Mukti Ro'uf,
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Jakarta

SELAIN agenda pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), bangsa Indonesia masih memiliki utang sejarah tentang penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang menumpuk sejak peristiwa G-30-S hingga tragedi 12-13 Mei 1998. Peristiwa politik yang menjadi beban sejarah bangsa hingga saat ini masih amat sulit untuk dipecahkan. Sejarah kelam ini harus secara jujur diakui sebagai 'borok' bagi sebuah perjalanan bangsa yang besar. Momentum reformasi yang diharapkan dapat memberikan jalan pelurusan sejarah sepertinya masih 'ketar-ketir'. Ada keengganan politik yang menyelimuti para decision maker untuk berani membuat terobosan sejarah.