Gang Perdamaian
Baihajar Tualeka, perempuan Ambon banyak bergelut dalam penanganan perempuan dan anak di pengungsian di Ambon Maluku. Sekarang menjadi koordinator Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (Lappan). Bai demikian nama akrabnya resah dengan konflik yang terjadi di daerahnya, upaya reparasi pasca konflik di Maluku tidak pernah ditangani serius oleh pemerintahan setempat.
Menelisik Kehidupan Mantan Tapol di Pedesaan Banjarnegara
Menelisik Kehidupan Mantan Tapol di Pedesaan Banjarnegara (Bagian I)
Oleh: Purnawan Basundoro
PERISTIWA G 30 S adalah tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia sejak merdeka. Tidak saja karena pemberontakan yang gagal itu telah merenggut tujuh nyawa jenderal, tetapi peristiwa paling mengerikan justru terjadi pasca pemberontakan yaitu lenyapnya ratusan ribu nyawa manusia
Dialog Budaya: Jembatan Sosial Membuka Isolasi Kebudayaan
Dialog Budaya: Jembatan Sosial Membuka Isolasi Kebudayaan
Oleh : Erwin Endaryanta
Beberapa orang ada di dalam kegelapan
Sementara beberapa lainnya di tempat yang terang
Orang tentu melihat mereka yang ada di tempat terang
Sedangkan mereka yang di kegelapan tetap tidak terlihat!
Wawancara dengan FPI
Mencegah Kemunkaran Dengan Kekuatan
Salah satu ormas Islam yang dianggap keras karena melakukan razia adalah Front pembela Islam. Berikut adalah wawancara oleh koresponden RUAS Dindin Abdullah Ghazali dengan Ketua FPI bandung KH Saeful Abdullah pada Agustus 2010 lalu, inilah petikannya:
Bisa diceritakan mengapa FPI berdiri, apa yang melatarinya?
Secuil Kisah dari Banyuwangi
PEMBANTAIAN dukun santhet di Banyuwangi 11 tahun silam, tepatnya tahun 1998, bisa menjadi cermin rapuhnya kerukunan masyarakat. Saat itu keadaan kota Gandrung – sebutan Banyuwangi – sangat mencekam. Pembunuhan terjadi di mana-mana. Untuk sekedar mengingatkan kita, dari RUAS kali ini mewawancarai pak Amari (74 tahun), tinggal di dusun Jajangsurat Kalibendo, Rogojampi Banyuwangi, yang juga tokoh masyarakat sekaligus saksi mata peristiwa.
Penguatan Kapasitas Fasilitator Rekonsiliasi Akar Rumput
UNTUK meningkatkan kapasitas dan kemampuan para aktifis gerakan sosial pro demokrasi menyangkut isu-isu resolusi konflik dan rekonsiliasi berbasis kekerasan masa lalu, Jaringan Kerja Syarikat Indonesia menggelar pelatihan dengan berbagai kalangan.

