solidarity through the route discovery of truth and reconciliation
Its not easy to heal trauma caused by unfinished conflict and violence. This country has too many wound dressings, with so many ruins from the explosion of emotion, suspicious attitudes and stand off thickened reasoning, thus failing to build capabilities together for peace. Trouble and time bomb systemic problem on each event and from one incident to another incident since this country was born, dispute between one and another parties which brought victim and chaos situation developing scared mentality, and so far not all able to be disclosed clearly. Its clear and not difficult to called, when the power has an fascist and authoritarian, give a narrow path for justice.
PNPS, Masih Adakah Jalan bagi Akal Sehat?
KETIKA Judicial Review atas UU PNPS 1965 diajukan kepada Mahkamah Konstitusi oleh beberapa tokoh dan organisasi masyarakat sipil, orang banyak berharap MK membuat terobosan baru mengatasi kekalutan pengaturan negara atas agama yang terjadi selama ini.
Undang-undang Penodaan Agama: Maksud Baik Cara Kurang Tepat
Sepanjang th 2008-2009 kekerasan masih saja terjadi di tengah masyarakat yang pada umumnya dilatarbelakangi persoalan agama. UU No.1/PNPS/1965. Untuk itulah, RUAS kali ini mencoba melakukan wawancara dengan Mohammad Fajrul Falaakh dari kalangan akademisi sekaligus anggota Komisi Hukum Nasional.
Pemerintahan Silih Berganti Perempuan Korban Tetap Sendiri
SEJARAH selalu mencatat. Tapi manusia cenderung abai. Hasrat untuk melupakan pun tak kalah hebatnya. Padahal, sejarah adalah bagian integral untuk memaknai hidup dan kehidupan– baik secara individu aupun kelompok – terlebih lagi dalam berbangsa dan bernegara.
Membaca Ulang UU Penodaan Agama
SYARIKAT Indonesia yang tergabung dalam Forum GusDur dan CRCS serta PolGov UGM, mengadakan Diskusi Publik “Tinjauan Kritis Atas UU No.1/PNPS/1965” di Ruang Seminar Pascasarjana Fisipol UGM pada Senin, 19 April 2009.
Siapa pendusta Agama?
“AGAMA itu inspirasi bukan aspirasi,” demikian ungkapan Gus Dur akan kenyataan banyaknya politisasi agama di berbagai tempat. Entah! Untuk pemenangan pemilu, pilkada, atau kepentingan menyingkirkan kelompok yang secara ekonomi lebih maju.
Masa lalu dan Politik Penyesalan
Masa Lalu dan ‘Politik Penyesalan’
Barangkali ada di antara kita, yang di waktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. (Konperensi Pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca ledakan bom Kuningan, Jum’at 17 Juli 2009)
Masa lalu, sebuah topik penting yang menjadi perhatian kalangan akademik, politik, maupun aktivis untuk mamahami salah satu problematika dalam negara transisional. Apa makna masa lalu pada masa kini dan masa depan? Bagaimana masyarakat dan bangsa mengatasi peristiwa-peristiwa traumatik?

