Imam Catat Sejarah
Dalam pemilihan yang berlangsung di ruang Sidang Paripurna DPRD Jatim kemarin, duet Imam-Soenarjo unggul jauh atas pesaingnya, pasangan Kahfi-Ridwan. Imam-Soenarjo meraih 63 suara dari total 100 suara anggota dewan. Kahfi-Ridwan hanya memperoleh 34 suara. Sisanya, 1 suara abstain dan 2 suara tidak sah.
Dengan kemenangan itu, Imam membuat sejarah di Jatim, yakni terpilih sebagai gubernur dua periode berturut-turut. Selama ini belum ada gubernur Jatim yang terpilih dua periode. Memang pernah ada nama H M. Noer yang menjabat gubernur Jatim lebih dari satu periode. Namun, tokoh asal Madura itu tidak penuh menjabat dalam dua periode. Sebab, yang satu periode sebagai Pjs (pejabat sementara) atas tunjukan pemerintah pusat.
Rapat paripurna pemilihan gubernur kemarin berlangsung biasa-biasa saja. Sejak rapat dibuka pukul 09.00 oleh Ketua DPRD Jatim Bisjrie Abdul Djalil, pembahasan semua agenda lancar. Hal seperti itu berlangsung hingga saat-saat paling menegangkan, yakni penghitungan suara.
Ketika penghitungan suara dilakukan sekitar pukul 10.45, nama Kahfi-Ridwan muncul pertama. Tepuk tangan pun langsung menggema di ruang rapat paripurna. Urutan kedua, giliran nama Imam-Soenarjo yang disebut. Tepuk tangan tak kalah ramai langsung menyusul. Setelah itu, perolehan suara untuk Imam terus melejit hingga 11-2, 35-5, dan ditutup dengan 63-34.
Meski rapat berjalan lancar, bukan berarti 100 anggota dewan bisa mengikuti sidang dengan santai. Sepanjang sidang yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu, hampir semua anggota dewan tampak diselimuti ketegangan. Para motor tim sukses kedua kubu terkesan gelisah di tempat duduknya. Begitu pula dua pasang kandidat yang duduk di sisi kiri depan ruang rapat paripurna.
Pada saat seperti itu, tingkah anggota dewan tampak lucu. Ada yang terus beringsut menggeser tempat duduknya. Ada yang terus-menerus mengisap rokok. Bahkan, ada juga yang terus memegangi keningnya.
Haruna Sumitro dari FGab, yang merupakan motor tim sukses Imam, tampak terus gelisah di tempat duduknya. Hampir tiap menit dia memindahkan letak kakinya untuk disilangkan di atas paha.
Kemudian, Farid Al Fauzi, yang juga merupakan aktor tim sukses Imam, sepanjang sidang terus mengepulkan rokok. Bahkan, dia yang menjadi saksi penghitungan suara sempat sangat tegang ketika suara untuk Imam memasuki angka 45. Farid yang harus menyebutkan apakah suara sah atau tidak itu semakin lama semakin pelan suaranya. Pada saat seperti itu, Haruna yang duduk di deretan tengah tampak sudah tidak sabar ingin mengetahui suara selanjutnya. Haruna pun sempat berteriak, "Ayo to Rid, sing banter, selak stres iki (Ayo, yang keras suaranya, sudah stres ini, Red)."
Farid sendiri seusai pemilihan mengaku, sejak suara Imam memasuki angka 45, dia sudah tidak mampu menahan tangis haru. Akibatnya, dia melirihkan ucapan agar tangis itu tidak sampai diketahui orang lain. "Air mata ini sudah meleleh terus. Mau bersuara keras bagaimana?" ujarnya.
Dan tangis haru pun benar-benar pecah ketika suara Imam mencapai angka 50 dan terus melejeit hingga 63. Tiga pendukung Imam, masing-masing Saleh Ismail Mukadar, Ali Mudji (FPDIP), Haruna Sumitro (FGab), langsung berangkulan sambil menangis meraung-raung seperti anak kecil. Saat itu, rapat belum selesai. Tangis mereka berhenti ketika Farid maju dan menuntun mereka duduk kembali.
Pemandangan hampir sama juga terjadi di deretan tempat duduk cagub-cawagub. Ketika suara Imam mencapai 50 dan sudah tidak mungkin terkejar lagi, Kahfi dan Ridwan langsung berdiri menghampiri Imam dan Soenarjo. Mereka langsung bersalaman, berpelukan, dan memberikan ucapan selamat.
Sepanjang proses penghitungan suara, ekspresi wajah dua pasang cagub-cawagub sangat kontras. Pasangan Kahfi-Ridwan tampak tegang. Sesekali menyandarkan badan di kursi, kemudian beberapa detik kemudian tegak lagi dan menaruh tangannya di atas meja sambil menopang dagu.
Sementara itu, pasangan Imam-Soenarjo lebih tenang. Terutama Soenarjo yang sesekali mencoba mengumbar senyum kepada pengunjung sidang. Imam dan Soenarjo juga sering tampak tersenyum bersama. Apalagi bila melihat ulah anggota dewan yang tidak jarang bikin hadirin tertawa.
Misalnya, ulah Achmad Rubaie dari FGab. Kader PAN ini, setelah keluar dari bilik suara, langsung mengangkat kertas suara dan diacungkan ke arah Imam dan Soenarjo. Karuan saja, aksi yang juga mendapat tepuk tangan meriah itu langsung disambut senyum oleh keduanya. Ulah anggota dewan yang cukup kocak juga ditunjukkan Lutfillah Masduqi dari FKB. Sebelum memasukkan kertas suara ke kotak, dia sempat meniup kertas itu tiga kali. Kemudian, setelah dimasukkan, kotak suara dia ketuk tiga kali. Dan, tawa pun memecah ketegangan peserta rapat.
Suasana juga dihangatkan oleh ulah undangan yang sebagian besar ternyata menjadi "suporter dadakan" Imam. Karena itu, ketika nama pasangan Imam-Soenarjo disebut, mereka langsung berteriak "oke..., yes..." dan sejenisnya. Sedangkan ketika nama Kahfi-Ridwan disebut, mereka memilih diam.
Selain undangan yang terdiri atas para pimpinan parpol, ormas, akademisi, dan tokoh masyarakat Jatim, tampak beberapa pejabat dan tokoh terkenal. Di antaranya, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, mantan Gubernur Jatim H M. Noor, Wakil Ketua KPKPN Muchayat, Herman Widyananda, Irsyad Sudiro, Pangdam V/Brawjaya Mayjen A.D. Sikki, dan Kapolda Irjen Heru Susanto.
Setelah pemilihan, Imam langsung diserbu para pendukungnya, terutama anggota FPDIP dan FGab. Beberapa orang langsung merangkul dan menangis. "Selamat Pak," ujar mereka sambil mengusap air matanya. "Terima kasih," sambut Imam berlinang air mata.
Imam menyatakan terima kasihnya atas dukungan penuh FPDIP, FGab, FTNI-Polri, dan semua yang telah mendukung pencalonan dirinya. Dia juga berjanji akan mengajak PKB dan Golkar untuk bersama-sama membangun Jatim. "Saya akan melibatkan semua komponen masyarakat Jatim, termasuk PKB dan Golkar, untuk membangun Jatim," katanya.
Sementara itu, kehadiran massa pendukung masing-masing kandidat seperti yang dikhawatirkan sebelumnya akhirnya tidak terjadi. Selama sidang berlangsung, tak satu pun kelompok massa yang datang seperti layaknya pemilihan kepala daerah di Indonesia. Sehingga, 1.250 personel keamanan dengan peralatan berat yang telah disiagakan sejak sehari sebelumnya bisa berjaga santai.
Pada bagian lain, kediaman Imam Utomo di Perumahan Margorejo Indah terus kebanjiran tamu yang ingin menyampaikan ucapan selamat. Hampir seluruh anggota dewan yang menjadi tim sukses Imam tampak hadir di rumah tersebut. (nw/fat)

