Kami Golongan yang 35 Tahun Digenjet

"Sayang senang, karena Gus Dur sungguh-sungguh dengan ucapannya bahwa kita sedang menuju kepada rekonsiliasi," ujar Sulami yang diwawancarai Tempo Interaktif via teletpon, ketika mengikuti sebuah lokakarya di Yogyakarta, Rabu (5/4).

Meski mengaku girang, tokoh Gerwani yang saat ini memasuki usia 74 tahun sangat
menyadari rasionalisasi PKI bukan hal mudah. Terutama, menurut Sulami, tragedi
PKI harus ditelusuri kembali. Persoalannya harus diperjelas, agar kasus PKI
tidak lagi menjadi duri dalam daging. Jadi bukan sekedar dicabut atau tidaknya
Tap No XXV/MPRS/1966.

Mengenai pembetulan sejarah tersebut, Sulami yang juga adalah ketua Yayasan
Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP), mengaku memiliki cukup banyak
bahan. Antara lain mereka telah melakukan identifikasi orang-orang yang dibunuh
ketika itu, tempat, cara, serta yang membunuh. Pelurusan tersebut, menurut Sulami,
sangat penting karena tidak semua orang yang dibunuh ketika itu terlibat dalam
gerakan PKI.

Dia juga menolak Gerwani dikatakan underbow PKI. "Semua pemberitaan mengenai
Gerwani adalah fitnah yang dimulai oleh Soeharto sendiri," ujar Sulami
pelan. Soeharto juga, yang memberikan perintah untuk menghabisi mereka. Dia
menggunakan seluruh surat kabar untuk melansir berita-berita bohong. Gerwani
difitnah sebagai kelompok yang jahat, kejam, kumpulan pelacur. "Padahal,
yang mendirikan itu adalah wanita-wanita yang sudah berjuang sejak zaman Hindia
Belanda, Jepang, hingga zaman kemerdekaan," ujarnya.

Walau demikian diskusi soal perlu atau tidaknya Tap No XXV/MPRS/1966 dicabut,
menurut Sulami, tetap perlu. Terutama, kalau sampai dicabut, akan menunjukan
ketegaran bangsa Indonesia sendiri, bahwa bangsa ini berjiwa besar dan mempunyai
toleransi sesama bangsa yang kuat.

Sulami menepis kekuatiran bahwa kalau Tap tersebut dicabut, PKI akan didirikan
kembali. "Mendirikan sebuah partai seperti PKI yang sampai sekarang traumanya
belum hilang, juga belum bisa," katanya. Lagipula, tambah Sulami, mana
ada orang yang mau terbentur pada masalah yang sama?

"Kami golongan yang sudah 35 tahun digenjet terus. Baru kali ini mendapat
hawa yang agak baik. Dan itupun masih mendapatkan banyak rintangan. Rintangannya,
misalnya, masih banyak forum yang terus mengutuk kami. Jadi kalau ada yang mau
mendirikan PKI lagi, tentunya akan menyulitkan diri sendiri," tandas Sulami.
Dia mengaku sudah bahagia jika di hari tuanya bisa melakukan kegiatan kemanusiaannya
tanpa hambatan. (Phi)