Sebagai negara demokrasi, PKI boleh hidup

Mantan Laksamana Soedomo yang kini dalam usia senja yang berpasangan dengan sejarawan Asvi Warman Adam didepan Metro TV malam jumat paing semalam melakukan dialog mengenai gagasan rekonsiliasi nasional bangsa yang kini lagi asyik dibicarakan mayarakat luas yang hatinya mendambakan kerukunan bangsa dan tak mau tertawan pada budaya terbelakang dendam kesumat.

Ditengah debat itu Laksamana Soedomo mengatakan. “Kalau mengingat kita sekarang menganut sistem demokrasi, ya PKI tentu boleh saja hidup kembali, dengan catatan kalau satu waktu berontak ya ditindak tegas secara hukum,
Cukup menarik ketika Asvi WarmanAdam menyodorkan tiga usulan mantan Letjen KKO Ali Sadikin yang juga ketua kelompok petisi 50, yang isi pokoknya
Pertama adili dan maafkan mantan presiden Soeharto dan kroninya,
Kedua,rehabilitasi dan hilangkan stigma keluarga korban politik masa lalu, terutama keluarga kasus korban kasus G30S/PKI,
Ketiga cabut seluruh Ketetapam Majelis Permsyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang berkaitan dengan hukuman politik terhadap Bung Karno.

Terhadap tiga usulan tsb,mantan Laksamana Soedomo langsung menyetujuinya.

Menurut catatan Wahana, taksedikit pemirsa Metro TV yang langsung kaget, mengingat mantan Laksamana Soedomo dibolak balik bagaimana beliau kan tergolong kroninya mantan presiden Soeharto.Ada juga pemirsa Metro TV, ya Allah biar terlambat akhirnya hati nurani Pak Domo tersentuh juga . Sementara seseorang petugas jaga dirumah seorang pejabat tinggi negara berkomentar ,” wah sikap Pak Domo kok baik betul …….rupanya Pak Domo kok berubah pikiran?
….ada apa niyee???
Sedang banyak orang yang mengenal Pak Domo pernah sesama Jemaat di Pondok Indah , menyambutnya dengan ucapan "Puji Tuhan Puji Tuhan Terima kasih Tuhan "