SURAT DARI HOLLAND

Di sana kami bertemu Khalik Hamid, seorang penyair temannya Agam Wispi
"sama-sama orang Medan", mas Bambang - tim lengkap kami ketika bulan
November dulu itu menjenguk Agam Wispi. Dan mas Wardjo - ya ampun!
Mas Wardjo ini tukang catat siapa-siapa yang meninggal dan sangat mengua-
sai berapa jumlah yang meninggal di Belanda di Jerman dan di Perancis! Baru
bertemu mas Wardjo, sungguh mati,- ketika itu juga terdengar kabar bahwa
Bung Siregar meninggal tadi malamnya, dan kami baru tahu pada detik itu ju-
ga dari mas Wardjo! Semula saya agak segan menanyakan bahwa Bung Siregar
ini yang keberapa? Tapi sudahlah, kita lebih baik tidak usah tahu sajalah
bera-
pa jumlahnya. Bung Siregar yang mana,- kata saya,- sebab banyak yang berna-
ma Siregar di Belanda ini! Katanya Bung Siregar yang kecil - yang pengarang
buku Holocaust itu - tentang 30 September - gestapu. Innalillahi wa illaina
hirojiun, satu
lagi teman kami meninggal. Dan kabar itu kami terima justru di tempat
pamaka-
man. Tadinya - dulunya - kami kuatir - cemas dan takut pabila mendengar ka-
bar kematian begini. Tetapi kini sudah agak lain,- setiap saat kabar yang
mena-
kutkan dan mencemaskan itu selalu ada dan akan datang - kapanpun di manapun!

Sekali ini ketika tadi kami berangkat, istri Mawi, zus Lily tidak ikut,
sebab dia
sedang kerja. Sudah saya tuliskan, kalau saya bepergian bersama Mawie dan
istrinya Lily, saya akan merasa sangat tua! Sebab Lily maupun Mawie selalu
akan menuntun saya ketika naik kereta - turun kereta - menyeberang jalan dan
melewati persimpangan. Mereka sangat care - sangat peduli pada saya. Ini hal
yang sangat baik! Tetapi saya jadinya ewuh-pakewuh! Nggak enak. Padahal
saya selalu sndirian ke mana-mana, termasuk bersepeda setiap hari antara
satu dua jam. Pergi-pulang Holland - Paris dan sebaliknya. Bukan main keka-
yaan suka bangsa kita ini. Tadi saja berapa suku-bangsa. Mawie itu suku Mi-
nang-Madura - Harun itu suku Aceh-Minang - saya dan Asahan suku Melayu.
Mas Wardjo dan mas Lardjo dan kebanyakan teman, dari suku Jawa. Khalik
rasanya suku Melayu-Deli. Kesibukan Agustus ini akan lebih banyak memper-
temukan banyak suku, sebab akan ada perayaan 17 Agustus, baik di KBRI
maupun di banyak badan perkumpulan.
Kami sendiri dari gereja Kristiani akan mengadakan doa bersama dan missa
bersama buat Indonesia. Dan itu akan diadakan pada tanggal 23 Agustus. Dan
sebagaimana saya alami selama ini, di sanalah akan lebih banyak suku
Manado -
Maluku - Sangir Talaud - Flores dan Timor Barat dan Batak. Agam Wispi ada-
lah suku Aceh-Minang, tetapi di kalangan kami dikenal dengan "orang Medan",-

-------------------------Holland,- 4 agustus 03------------------------

-------------------------------------------------------------
Info Milis Nasional:
http://www.munindo.brd.de/milis/
Arsip Milis Nasional:
http://www.munindo.brd.de/milis/archives.htm
Netetiket: http://www.munindo.brd.de/milis/netetiket.html
-------------------Milis Nasional------------------------