Workshop Resolusi Konflik Akar Rumput Cipanas Garut
Memori kolektif, menjadi wacana yang memang harus didengung-dengungkan dan di pahami bersama, mengapa negeri nan indah dengan jutaan penduduknya ini memiliki memorabilia konflik dan kekerasan yang berseragam, ditambah dengan peristiwa-peristiwa masalalu yang penuh dengan kekerasan dan konflik lokal semakin mendinamisasikan kepentingan-kepentingan politik lokal dengan benang merah yang sama yaitu kekerasan, baik terselubung, tak terdengar maupun yang nyata-nyata dipertontonkan. Kekerasan dan trauma menjadi warna yang sangat dominan apabila kita menengok jauh ke masa lalu, betapa duka dan nestapa penghuni wilayah akar rumput ini tidak pernah bisa bersuara, jika bersuarapun harus dengan filter kebudayaan dan kesenian yang tertata indah untuk telinga yang barangkali memang memiliki hati nurani kekerasan dalam seni yang terpancang di otaknya, tanpa jiwa.
Ragam trauma dan rekonsiliasi akar rumput memang bisa dilakukan dengan kewarasan kearifan lokal, dengan data yang penuh kejujuran, live dari hati dan mulut pelakunya, dengan permasalahan politik kekuasaan tingkat lokal murni. Namun ketika ada lembaga-lembaga diatasnya yang memiliki power maka perdamaian dari hati ini sangat sulit untuk dilakukan karena harus berurusan dengan banyak sekali regulasi dan aturan yang seharusnya memudahkan jalannya perdamaian namun malah sebaliknya. Betapa ingatan kekerasan dan traumatik masa lalu memang bisa disembuhkan sedikit demi sedikit dengan membuka kembali ruang-ruang sejarah yang tersembunyi, tak terkatakan, terkungkung yang selama ini menjaga kursi manis kekuasaan. Betapa memang untuk berkuasa harus dengan menafikan dan membuat sendiri referensi untuk itu.
Bukan hanya seperti hal diatas tentunya konten dari aktivitas para pecinta perdamaian lokal ini, namun lebih ragam dengan keinginan untuk berkonvervasi dengan alam, memupuk rasa persaudaraan, mendengarkan rintihan traumatik dengan harapan untuk memberikan kelegaan dan sebagainya. Dukungan dari Lakpesdam Garut, Institut Studi Islam Fahmina Cirebon, Garut Government Watch, LKAP Bandung, Fahmina Cirebon, KAMC Cianjur, LKAHAM Tasikmalaya, PMII Garut, MPGHI Cianjur, YSNI Tasikmalaya, INCRes Bandung, Lakpesdam Indramayu, Bait Alhikmah, DKR Garut, PMII Indramayu, PC PMII Garut, LSG Garut, YPM Kesuma, Lamuda Cianjur, PC KOPRI Garut, IPPNU dan Syarikat Indonesia Regional Jawa Barat, mencoba untuk refresh dan mengunduh kembali ingatan-ingatan masalalu tentang Gerombolan DI/TII, Sunda Wiwitan, Dayak Indramayu serta lain sebagainya dalam serangkaian Riwayat Pitutur Pasundan.
Pengakuan akan dongeng-dongeng lokal, yang kadang adalah perlambang atau gambaran sejarah masa lalu untuk bisa direpetisi dalam kebaikannya, menjadikan filter-filter akan sejarah arus utama yang harus diletakkan pada tempatnya. Kearifan dan cerita lokal yang nyata dan jujur tanpa embel-embel dan implikasi yang menjerat haruslah menjadikan bangsa ini penuh percaya diri membangun kedewasaannya, semoga.

