Reply to comment
Kampanye Damai, MUI dan Golput
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menolak fatwa MUI tentang golput dalam pemilu 2009. Komnas HAM menilai adalah hak bagi setiap warga Negara untuk menggunakan atau tidak hak pilihnya dalam pemilu.
Demikian dikatakan Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary Menteng Jakarta Pusat, Senin 2 Pebruari 2009.
Kampanye damai pemilu indonesia 2009 harus menghormati Hak memberikan suara atau memilih merupakan hak dasar setiap individu warga negara yang harus dijamin pemenuhannya oleh negara. Hak memberikan suara atau memilih tersebut memberikan hak bagi pemilih untuk menggunakan atau tidak menggunakan hak pilihnya, tegas Ifdhal.
Menurutnya, masyarakat tidak dapat dibatasi haknya dengan melarang, mengkriminalisasi dan menjatuhkan sangsi moral terhadap orang yang tidak mnggunakan hak pilihnya. Negara harus melindungi hak politik warga negara dari berbagai tekanan dan ancaman yang berasal dari kelompok-kelompok yang ada didalam masyarakat, katanya lagi.
Selain itu Ifdhal berpendapat, negara tidak boleh mengekang dan membatasi hak warga Negara sekaligus tidak memaksakan kehendaknya sehingga mengorbankan HAM. Biarkan orang bebas menentukan hak pilihnya sendiri, untuk itu negara harus bisa mengatasi masalah golput ini tanpa harus ada fatwa MUI, harap Ifdhal.
(http://acehlong.com/news/2009/02/03/komnas-ham-tolak-fatwa-golput-mui/)
Dalam kelanjutannya Majelis Ulama Indonesia menyatakan (MUI) Jawa Tengah menyatakan, fatwa haram tidak menyalurkan hak suaranya pada pemilu (golput) yang diputuskan dalam Forum Ijtima (musyawarah) Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III di Sumatera Barat, Minggu (25/1) tidak memiliki hak paksa.
Melanjutkan hal tersebut memang MUI harus berpikir lebih jernih demi terlaksananya kampanye yang damai pada pemilu indonesia 2009, karena kebanyakan yang saling bentrok dan melakukan intrik-intrik kotor adalah para politisi busuk yang tidak rela jika kampanye pemilu berlangsung secara damai dan demokratis, mereka dengan kelihaiannya akan mencari shortcut atau jalan pintas agar terpilih menjadi anggota legislatif dengan menggunakan berbagai cara, baik dengan uang, kampanye hitam maupun bentrok fisik jika diperlukan, sangat jauh dengan visi Kampanye damai pemilu indonesia 2009
Sudah barang tentu Golput tidak akan mengambil bagian dalam konflik-konflik karena pemilu maupun pilkada di daerah-daerah, karena dengan banyak latarbelakang mereka memilih untuk tidak memilih adalah karena tidak sesuai dengan aspirasi yang dimilikinya. Oleh karena itu golput haruslah didengar suaranya meskipun ia seorang yang sangat tidak berarti di masyarakat namun memiliki visi yang mungkin lebih cemerlang dibanding para calon legislatif yang hanya copy paste dalam membuat program-program yang ditawarkannya. Tanpa pernah berbicara target dan cara pencapaiannya.
Tentunya meskipun kita tidak bersama-sama mengharapkan prosentase golput yang semakin naik, namun dengan banyaknya golput akan mendukung tercapai dan terwujudnya Kampanye Damai Pemilu Indonesia sebab akan semakin sedikit orang-orang yang tergila-gila dengan konflik-konflik lokal yang sepertinya memang sudah menjadi hobi.
Sukseskan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
