perempuan


YuK!

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!)

Mengingat asas persatuan dan kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kebhinnekaan merupakan harta yang paling berharga bagi masa depan bangsa Indonesia. Realitas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur adalah sesuatu yang –TAK TERBANTAHKAN.

Oleh karena itu, segala upaya yang ditujukan untuk menjaga dan merawat kebhinnekaan merupakan keniscayaan bagi seluruh komponen masyarakat di Indonesia. Menyikapi munculnya problematisasi akan disahkannya RUU Pornografi, Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!) keberatan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

Temu Kiprah Perempuan DIY dan Komnas Perempuan

Ibu-ibu survivors 65 DIY yang tergabung dalam KIPER, mengadakan diskusi dengan KOMNAS PEREMPUAN Divisi pengembangan sistem pemulihan pada Minggu 24 Agustus 2008 di rumah ibu Sumarmiyati, Yogyakarta, dalam pertemuan tersebut, anggota KIPER hadir kurang lebih 15 orang (ada anggota yang datang dari Bantul), sedangkan dari KOMNAS PEREMPUAN dihadiri oleh Ibu Nunuk , Ibu Azriana, Ibu Sri Wiyanti, Ibu Sawitri.

TEROPONG, Bisakah Kita Memilih Dari Rahim Siapa Dilahirkan?

TEROPONG:
Bisakah Kita Memilih
Dari Rahim Siapa Dilahirkan? 

KETIKA seseorang mendapatkan pendamping yang secara fisik lebih baik dari dirinya, orang akan bergarau dengan mengatakan: untuk memperbaiki keturunan. Dalam falsafah Jawa, keturunan tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi juga asal-usul atau silsilah keluarga. Inilah yang disebut bibit.

Berkaitan dengan bibit, para eks Tapol dan anak-anaknya sering dianggap mempunyai silsilah yang ”cacat”, dan itu acapkali menjadi penghambat bagi mereka untuk menikah.  Contohnya, Tri Endang Batari, anak eks Tapol dari Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta.

WAWANCARA, Diskriminasi Anak TAPOL Di Era Demokrasi

WAWANCARA:

Diskriminasi Anak Tapol
di Era Demokratisasi

 Pengantar Redaksi:
PERKAWINAN adalah perjalanan hidup yang harus dilalui. Tetapi sering juga dijumpai banyaknya kendala untukmenuju ke sana. Dalam tradisi jawa  menentukan pasangan calon selalu mempertimbangkan bibit, bebet dan bobot.Hal itulah yang  sering membenturkan kita dalam impian untuk berumah tangga, terlebih lebih  kalau sudahdihadapkan pada black list dari daftar keluarga. Untuk itu Ruas mewawancarai ibu Maspiah (43 th), pengurusPaguyuban Petani Perempuan  Manyaran - BanyakanKediri yang juga pernah jadi pengurus PMII tentangpersoalan itu. Berikut ini cuplikannya:

Terlibat Langsung dan Tidak Langsung

Diskriminasi Terhadap Korban Tragedi 1965-1966 [1]

Selama ini penglihatan atas tragedi 1965-66 di Indonesia seringkali terjebak dalam determinisme sejarah. "Dalang" dari sebuah peristiwa dicari-cari dan diperdebatkan. Banyak energi dihabiskan untuk mencari-cari "sebab" hingga cenderung untuk melupakan "akibat"nya. Meskipun peristiwa sejarah itu masih dapat diperdebatkan kebenaran dan obyektivitasnya.