Komparasi, Januari 2008


syarikat - Posted on 12 May 2008

Kekenyalan dan Daya Tahan Sosial

Pembaca yang budiman,
Mengaca pada kondisi sosial, politik dan ekonomi bangsa sekarang, sepertinya solusi atas ragam persoalan mendasar di republik ini belum-lah terwujud dengan nyata. Hal mendasar yang dimaksud adalah kembalinya ” instrumentasi negara pada publik” atau rakyat. Rakyat Indonesia, baik yang diterjemahkan sebagai ” marhaen” , ” proletar ” , atau ” murba ” pada era masa zaman kemerdekaan maupun ” masyarakat ” pada era Orde Baru, sampai pada pendefinisian ” Wong-Cilik” pada era pasa reformasi, pada umumnya masih berjalan dengan logika survival. Bagi yang memiliki kemampuan kekenyalan sosial akan melahirkan daya tahan yang memadai untuk memangkal beragam penyakit masyarakat yang dilahirkan dari proses pembangunan ekonomi yang timpang.

Dalam semangat tersebut, rubrik ini mencoba untuk membaca lebih dalam daya tahan sosial yang terbangun. Lebih lanjut, bagaimana bentuk-bentuk kreatifitas sosial maupun ekonomi yang muncul sebagai respon atas penyikapan problematika hidup keseharian didalam lapisan sosial rakyat Indonesia yang telah lama terdiskriminasi baik secara politik maupun ekonomi.
Idealitas kedepan adalah bagaimana formulasi kekenyalan sosial tersebut dapat mewujud dalam pelembagaan aktifitas ekonomi yang saling mendukung antara anggota dan terdukung oleh lingkungan kebijakan negara yang ramah. (redaksi )