Komparasi, Februari 2008
Capacity Building
Pembaca yang budiman,
Kreatifitas muncul sebagai wujud dari ekspresi dalam menyikapi kehidupan. Kemampuan untuk berkreasi atau mencipta ini menjadi tenaga penggerak untuk membangun kehidupan yang lebih teratur atau terorganisasikan. Dalam rentang ruang dan waktu tertentu, kreatifitas yang terorganisir bisa muncul dalam unit-unit kecil maupun besar untuk memperbaiki kualitas hidup tiap manusia, memperbaiki tatanan ekonomi, sosial, maupun politik.
Perubahan kualitatif menjadi prasarat dasar bagi penataan ini. Kualitatif dalam pengertian ini adalah perbaikan kondisi internal dari setiap satuan unit kehidupan, mulai dari kualitas paguyuban menjadi kualitas patembayan. Segi-segi ini dimengerti sebagai pengorganisasian. Prasaratnya adalah adanya langgam baru yang dimaknai sebagai Pembangunan Kapasitas (Capacity Building).
Ada tiga hal mendasar yang dilakukan dalam pembangunan kapasitas; (1). Orang atau manusianya, dalam hal ini dapat diartikan sebagai kondisi subyektif. Dalam artian peningkatan tentang tenaga dan skill akan memberikan stimulan terhadap kreatifitas. (2) adalah kelembagaan (institusional) atau kondisi sosial. Peletakan pranata-pranata kelembagaan akan memberikan ruang dalam mekanisme saling bertukar pikiran dan pendapat secara adil, aturan dan norma-norma yang dipatuhi dan disepakati bersama sebagai pijakan melangkah bersama dan keputusan-keputusan bersama yang secara sadar diambil dan dijalankan. Dan, (3) adalah system atau kondisi politik. Dalam arti kata, bahwa kondisi politik mensaratkan kemampuan untuk meletakkan diri sendiri didalam lingkungan eksternal terutama sistem kenegaraan. Sehingga, adanya pemenuhan hak dan kewajiban sebagai hubungan imbal-balik antara negara dan warganegara.
Pendek kata, capacity building adalah refleksi terhadap langkah-langkah dalam perbaikan kualitas hidup. Edisi ini berupaya untuk menampilkan hal-hal diatas. (redaksi)
- Versi ramah cetak
- Masuk atau daftar untuk menuliskan komentar
