Misi dan Visi

Visi Syarikat Indonesia :
Mewujudkan  transformasi sosial menuju masyarakat Indonesia yang adil, menghargai HAM dan kemajemukan, damai dan demokratis.  

Misi dan Nilai Dasar:

  • Syarikat Indonesia adalah jaringan anak muda santri yang  peduli pada kokohnya kebangsaan dan penegkakan HAM untuk mewujudkan relasi sosial  yang lebih demokratis dan pembangunan manusia Indonesia kedepan yang lebih damai dan adil.
  • Syarikat Indonesia percaya bahwa strategi-strategi pembangunan seharusnya memperkuat hak-hak sipil, politik, sosial, ekonomi dan budaya sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan dalam instrumen-instrumen hak asasi manusia internasional yang ditetapkan kemudian, juga dalam semanngat cita-cita founding fathers yang tercantum dalam pembukaan pancasila dan konstitusi.
  • Syarikat Indonesia percaya gerakan sosial Islam harus berkembang menjadi gerakan yang mengembangkan pembelajaran Islam yang lebih menghargai kemajemukan, kritis terhadap ketidakadilan dan berbasis  keindonesiaan.
  • Syarikat Indonesia  mengambil sikap dan tindakan untuk  tidak membiarkan perilaku dan reproduksi stigmatitatif berkembang atas nama apapun demi terwujudnya Indonesia yang damai, adil,  dan demokratis.

Isu Strategis:

  • Masa lalu dan HAM (rekonsiliasi akar rumput berkait peristiwa 65)
  • Penguatan dan Pengembangan Masyarakat Desa
  • Syarikat Indonesia mandiri dan meluas.

Nilai-nilai Perjuangan:

  • Rekonstruksi Tradisi yang baik:
    Revitalisasi Tradisi keagamaan islam  sebagai energi perubahan sosial
  • Demokrasi:
    Proses pengambilan keputusan berdasarkan pada musyawarah dengan mengedepankan pertimbangan kepentingan bersama. Karena itu pentingnya keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut dirinya. Sikap menghargai pendapat  pihak lain dan kemajemukan, serta membuka ruang dialog (timbal balik). Menolak dan menghindari cara dan perilaku yang otoriter.
  • Anti Kekerasan:
    Menghindari tindakan yang dapat menciderai orang lain, baik fisik maupun psikhis. Negara dilarang melakukan kekerasan fisik dan non fisik kepada seluruh masyarakat. Kekerasan akan menimbulkan kekerasan berikutnya. Kekerasan masa lalu tidak boleh terulang lagi Yang harus dilakukan: mengedepankan pendekatan atau cara-cara damai. Dan menghindari  bekerjasama dengan pihak-pihak pelaku kekerasan.
  • Egaliterisme:
    Memandang semua manusia sama/setara derajatnya. Tidak memandang rendah atau terlalu tinggi orang lain,  dan tidak merugikan orang lain. Semangat kesetraan merupakan dasar menjadi warga Indoensia, dan kondisi setara dan adil merupakan hak-hak rakyat. Dalam relasi pada aras kebangsaan maupun jejaring kesataraan merupakan asas yang harus dijunjung tinggi dan ditaati. Menghindari sikap dan cara-cara yang diskriminatif.
  • Keswadayaan:
    Semua pihak diharapkan mendukung keswadayaan politik dan ekonomi masyarakat
  • Keadilan Gender:
    Semua orang berhak memperoleh kehidupan yang layak tanpa dominasi dan diskriminasi yang didasarkan atau dibedakan atas dasar jenis kelamin
  • Solidaritas Sosial:
    Semua orang memiliki hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang sama. Dan karena itu rasa sesama manusia, sebangsa dan simpati atas semua akibat ketidakadilan serta peduli atas nasib bersama merupakan nilai-nilai yang penting dan perlu diamalkan.