budaya


YuK!

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!)

Mengingat asas persatuan dan kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kebhinnekaan merupakan harta yang paling berharga bagi masa depan bangsa Indonesia. Realitas bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur adalah sesuatu yang –TAK TERBANTAHKAN.

Oleh karena itu, segala upaya yang ditujukan untuk menjaga dan merawat kebhinnekaan merupakan keniscayaan bagi seluruh komponen masyarakat di Indonesia. Menyikapi munculnya problematisasi akan disahkannya RUU Pornografi, Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!) keberatan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

Ramadhan dan Budaya bangsa

RAMADHAN DAN BUDAYA POLITIK BANGSA INDONESIA

*Oleh: Sapto Raharjanto

Marhaban ya Ramadhan, sudah hampir satu minggu ini seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, termasuk di Negara kita, ada banyak kegiatan peribadatan di bulan yang penuh barokah ini, penulis sendiri ini ingin melihat sebuah sisi lain dari bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, yaitu bagaimana Ramadhan dan budaya politik di Indonesia, sebelum kita masuk lebih dalam untuk memaknai bulan Ramadhan dan budaya politik di Indonesia yang akhirnya banyak menimbulkan krisis multidimensional ini, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mendefinisikan makna agama seperti yang dibangun oleh Max Weber yang menurut pengertiannya lebih pada serangkaian jawaban atas koherensi terhadap dilema eksistensi manusia seperti, kelahiran, kematian, sakit, yang membuat umat manusia harus menjawabnya dengan agama. Pengertian ini kemudian berimplikasi pada kepastian umat manusia untuk beragama, sebab umat manusia selalu dihadapkan pada masalah-masalah yang senantiasa eksis, seperti, kematian, kelahiran dan sakit.

Pancasila dan kaum muda

Pancasila dan kaum muda sebagai solusi problematika kebangsaan

*Oleh: Sapto Raharjanto

Ketika penulis menyaksikan berita di televisi mengenai adanya bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat miskin, maka sangat miris bagaimana kita saksikan antrean yang sampai ribuan orang yang terkadang ada banyak ibu-ibu yang terinjak injak, belum lagi bagaimana ibu-ibu berdemo untuk bisa mendapatkan minyak tanah, antrean masyarakat untuk mendapatkan gas LPG yang semakin hari harga LPG tersebut semakin melambung tinggi, lalu apakah ini wajah republik ini yang semakin lama banyak melahirkan OMB (Orang Miskin Baru) dan the lost generation sebagai imbas dari kemiskinan yang melilit rakyat Indonesia sehingga standarisasi gizi untuk anak yang merupakan generasi penerus pembangunan di Indonesia sangat rendah, dalam sepuluh tahun terakhir bangsa Indonesia semakin menjadi bangsa pengemis yang bisa kita definisikan menjadi sebuah pepatah dalam bahasa Inggris From king to beggar dan definisi untuk rakyat Indonesia sendiri menjadi semakin banyak tikus yang mati di lumbung padi.

LAPORAN UTAMA, Perlu Kebijakan Kosisten dari Penyelenggara Negara

Oleh: Erwin Endaryanta

MASIH ingat peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2008 di Monas Jakarta yang berakhir ricuh?  Peristiwa yang membuat tokoh-tokoh pendukung pluralisme berang ini mendapat tanggapan serius. Tak hanya dari tokoh-tokoh dalam negri tapi juga dari luar negri. The United Nations Committee against Torture (UNCAT) misalnya,  yang kemudian merekomendasikan bahwa Indonesia perlu menangani munculnya kekerasan terhadap minoritas agama tertentu. (Jakarta post, 22/05/2008). Akar persoalan peristiwa itu adalah munculnya kekerasan didalam menanggapi aksi yang mengusung agenda pengembalian nilai – nilai pluralisme dan toleransi terhadap perbedaan. Baik perbedaan agama, ideologi maupun politik, yang sebaiknya dikembalikan dalam ukuran-ukuran Pancasila.

Ahmad Tohari dan Rekonsiliasi

Keterlibatan seniman dalam berbagai masalah yang dihadapi masyarakatnya memiliki nilai istimewa. Menurut Lucien Goldman, sastrawan besar tidak sekedar menyampaikan pikirannya sebagai seorang idividu. Dia merepresentasikan pandangan dunia (world view, weltanschauung) bahkan semangat jaman (spirit of time) sebuah kelompok masyarakat (Damono, 1977). Dengan demikian, apa yang dikemukakan sang seniman ‘serius’ dapat dikategorikan sebagai memori kolektif sebuah komunitas bangsa.

Misi dan Visi

Visi Syarikat Indonesia :
Mewujudkan  transformasi sosial menuju masyarakat Indonesia yang adil, menghargai HAM dan kemajemukan, damai dan demokratis.  

Misi dan Nilai Dasar:

LAPORAN UTAMA, Budaya, Kacamata Yang Sering Terlupakan

Syaf AntonAPA yang terbersit di hati melihat kondisi negeri ini? Nyinyir. Itu mungkin kata yang bisa mewakili perasaan kita saat menyaksikan begitu banyak persoalan yang dihadapi entah karena warisan persoalan masa lalu atau karena ulah orang-orang baru.
Kondisi negeri selalu saja menggelisahkan. Sejak Orde Lama, Orde Baru sampai Orde Reformasi banyak masalah dimana rakyat – terutama rakyat kecil –  selalu jadi korban. Mulai dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM), krisis ekonomi, korupsi, pengangguran, kemiskinan dan banyak hal lagi yang kian rumit dipecahkan.

LAPORAN UTAMA, Homogenisasi Kebudayaan; Krisis Paling Berbahaya

“KEBUDAYAAN adalah keseluruhan gagasan, tindakan dan taktik manusia dalam merespon alam, lingkungan dan sesamanya. Semua yang dilakukan, diciptakan dan dilatihkan dapat disebut kebudayaan. Norma, moral dan agama juga bagian dari kebudayaan, “ tutur Antariksa, salah satu tokoh muda yang juga pengurus KUNCI.
            Menurutnya, kebudayaan dibebani oleh nilai-nilai serta berkaitan dengan ketergantungan pada nilai yang lain. Ia juga selalu berubah. Contohnya di era Soekarno. Kebudayaan dibuat sangat politis sedang era Suharto dibuat sedemikian tidak politis, sebab jika kebudayaan itu tidak senada dengan kepentingan penguasa ia dianggap membahayakan.

Mempersiapkan Dunia Baru !

Tugas Kaum Beragama : Mempersiapkan Dunia Baru !

Oleh : Max Lasut

Apa yang terpenting bagi umat beragama sekarang ini adalah melakukan introspeksi, tentang peran agama dalam masyarakat. Kelompok agama mayoritas maupun minoritas menghadapi hal yang sama, apakah pendekatan agama masih dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Ataukah harus ditinjau ulang.