Oleh : Abdul Syukur
Menarik mengikuti perdebatan soal history, his story dan sorry dari Julius Pour, Rumekso dan Romo Baskara. Pada dasarnya ini adalah perdebatan sejarah paling tua, yakni perebutan klaim kebenaran antara collective memory dengan individual memory. Sudah lama sejarawan memperdebatkannya, karena sering kali collective memory bertentangan dengan individual memory. Belum lagi antar collective memory juga bertentangan, misalnya collective memory Jepang dengan bangsa-bangsa yang pernah dijajahnya. Kita juga mempunyai potensi bertentangan collective memory dengan Timor Leste. Namun saya tidak ingin membahas pertentangan antar collective memory ini, karena tidak berkaitan dengan polemik Julius, Rumekso dan Romo Baskara. Polemik ketiganya harus dilihat sebagai representasi dari polemik collective memory dan individual memory. Dalam hal ini Julius mewakili collective memory, sementara Yoyok dan Romo Bas mewakili individual memory.