PKI


Temu Kiprah Perempuan DIY dan Komnas Perempuan

Ibu-ibu survivors 65 DIY yang tergabung dalam KIPER, mengadakan diskusi dengan KOMNAS PEREMPUAN Divisi pengembangan sistem pemulihan pada Minggu 24 Agustus 2008 di rumah ibu Sumarmiyati, Yogyakarta, dalam pertemuan tersebut, anggota KIPER hadir kurang lebih 15 orang (ada anggota yang datang dari Bantul), sedangkan dari KOMNAS PEREMPUAN dihadiri oleh Ibu Nunuk , Ibu Azriana, Ibu Sri Wiyanti, Ibu Sawitri.

Soeharto dan G30S

Dalam buku Sejarah kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengigatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan Kudeta (perebutan kekuasaan).

Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian. PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan. Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.

Menyintas dan Menyeberang

Menyintas dan Menyeberang :

Perpindahan Massal Keagamaan Pasca 65 di Pedesaan Jawa

ISBN : 978-979-1287-01-3
Penulis : Singgih Nugroho
Penerbit : Syarikat Indonesia
Tanggal : Juli 2008
Halaman : xx + 329
Ukuran : 14 x 21cm
Berat : -0-
Kategori : Sejarah
Harga Toko: Rp. 40.250,-
Distributor : Jagad Media Inc.

Pesan via e-mail : terbit@syarikat.org

Ketika Sejarah Berseragam

Ketika Sejarah Berseragam:

Membongkar Ideologi Militer
Dalam Menyusun Sejarah Indonesia

No. ISBN : 978-979-1287-01-2
Penulis : Katharine E. Mcgregor
Penerbit : Syarikat Indonesia
Terbit: Juli 2008
Jumlah Hlm : xxvii + 459
Ukuran : 14 x 21 cm
Berat Buku : -0-
Kategori : Sejarah
Harga Toko : Rp. 55 000,-
Distributor : Jagad Media Inc

Pesan via e-mail : terbit@syarikat.org

Seeing the Indonesia’s past from my village

budiawan

By Budiawan

Mdm. Francois Mitterand’s visit

I had never dreamed before that the river near the village where I grew up was visited by the former first lady of France, Mdm. Francois Mitterand. It was February 2, 1999, eight months after Suharto stepped down following the mass student demonstrations and racialized pogroms in a number of big cities in Indonesia, Mdm. Mitterand and a number of French and Indonesian human rights advocates visited the river. Another group of visitors coming with them were tens of former political prisoners who had been accused of being involved in the September 30, 1965 events, i.e., the kidnapping and killing of six top army officers and a lieutenant. (Since the Indonesian Communist Party [or the PKI] was accused of having masterminded the killing, anybody having been associated with the Party was either killed or imprisoned without trials for years).  

Dari Ksatria menjadi Paria

Dari Ksatria menjadi Paria; [1]

Degradasi Peran dan Pembunuhan Politik Sistematik

Catatan Awal Peristiwa 1965/66 di Jogjakarta [2]

Merpati Tak Pernah Kembali ke Kandang