teropong
TEROPONG, Bisakah Kita Memilih Dari Rahim Siapa Dilahirkan?
TEROPONG:
Bisakah Kita Memilih
Dari Rahim Siapa Dilahirkan?
KETIKA seseorang mendapatkan pendamping yang secara fisik lebih baik dari dirinya, orang akan bergarau dengan mengatakan: untuk memperbaiki keturunan. Dalam falsafah Jawa, keturunan tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi juga asal-usul atau silsilah keluarga. Inilah yang disebut bibit.
Berkaitan dengan bibit, para eks Tapol dan anak-anaknya sering dianggap mempunyai silsilah yang ”cacat”, dan itu acapkali menjadi penghambat bagi mereka untuk menikah. Contohnya, Tri Endang Batari, anak eks Tapol dari Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta.
TEROPONG, Pemimpin Harus Lahir dari Rahim Pergerakan
SATU dekade sudah reformasi berjalan, tapi perubahan tak kunjung membaik terutama dalam tingkat kesejahteraan. Sebagaimana cita-cita awalnya, reformasi bertujuan mewujudkan demokrasi politik dan kesejahteraan. Namun ternyata, perkembangan dan dinamika itu belumlah sesuai harapan. Berbagai kekecewaan dialami rakyat terhadap kinerja para pemimpin karena reformasi hanya membuahkan perubahan struktur sistem politik. Tapi dari sisi substansi dan budaya belum berubah sama sekali.

“Dalam realitas sosial-budaya, misalnya, yang berubah hanya munculnya barongsai dalam perayaan Imlek. Ini penting dari sisi kebebasan, tapi rakyat yang lapar tidak akan bisa diajak bicara soal demokrasi dan hukum karena pemerintah/negara gagal membangun demarkasi antara orde pra reformasi dengan orde reformasi,” tutur Dr. Karim Suryadi, Pengamat Politik dan Dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fak. Pendidikan Ilmu Politik & Sosial UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung.
